Samat Sinamatan, Hernawan Terpilih Menjadi Ketua Tunas Muda Jurnalis 2026-2029
![]() |
| Puluhan anggota Tunas Muda Jurnalis menggelar acara samat Sinamatan yang bertempat di Pujasera Jiwan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Sabtu (10/1/2026). |
MADIUN - gudang-warta.com - Puluhan anggota berprofesi sebagai Jurnalis atau Wartawan yang tergabung dalam wadah "Tunas MudaJurnalis" dari Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda (PSHW-TM) Madiun Pusat Indonesia menggelar Samat Sinamatan yang bertempat di Pujasera Jiwan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Sabtu (10/1/2026).
Eko Pujianto, Bendahara Tunas Muda Jurnalis menyampaikan awal mula perjalanan wadah Tunas Muda Jurnalis bukanlah kisah yang lahir dari ruang rapat formal atau agenda besar yang dirancang sejak awal. Komunitas ini tumbuh perlahan, alami, dan apa adanya.
"Semuanya bermula pada tahun 2024, saat masih menggunakan nama Wartawan Elkusla. Kala itu, anggotanya masih beberapa orang saja, berkumpul tanpa struktur dan tanpa target, hanya berlandaskan niat menjaga silaturahmi," ujar Eko Pujianto.
![]() |
| Melalui musyawarah bersama, saudara Hernawan (Nawan) dipercaya sebagai Ketua Tunas Muda Jurnalis, saudara Suprapto sebagai Sekretaris, dan saudara Eko Pujianto sebagai Bendahara. |
Warung kopi menjadi titik temu awal. Dari pertemuan sederhana itulah kebersamaan dirajut. Obrolan mengalir ringan—tentang dunia jurnalistik, pengalaman liputan, hingga cerita hidup sehari-hari. Tidak ada sekat jabatan, usia, ataupun latar belakang media. Semua duduk sejajar, dekat karena satu rasa yang sama: merasa sebagai saudara seasuhan. Dari ruang kecil dan obrolan santai itu, benih persaudaraan mulai tumbuh.
Sesuai dengan namanya, lanjut Eko, Tunas Muda Jurnalis kemudian berkembang menjadi wadah para Jurnalis dari berbagai wilayah tugas peliputan. Anggota komunitas ini datang dari Madiun, Magetan, Ponorogo, Ngawi, Nganjuk, hingga Bojonegoro. Seiring waktu, jumlah anggota terus bertambah. Dari yang semula hanya hitungan jari, kini komunitas ini telah berkembang menjadi 55 orang anggota, tanpa kehilangan nilai kebersamaan yang menjadi fondasi sejak awal.
"Pertemuan-pertemuan yang awalnya bersifat informal perlahan menjelma menjadi ruang berbagi dan saling menguatkan. Wadah ini menjadi tempat bertukar gagasan, memperluas jejaring, sekaligus saling mengingatkan akan etika dan idealisme profesi. Kebersamaan tidak lagi sekadar rutinitas, melainkan kebutuhan," Ungkap Eko.
Dalam perjalanan tersebut, para anggota kemudian dipertemukan kembali dengan Endang Srimulyani, legislator perempuan dari Partai NasDem yang duduk di DPRD Kabupaten Madiun, yang juga memiliki ikatan sebagai saudara seasuhan. Hubungan emosional yang telah terbangun sejak lama membuat suasana tetap cair dan penuh keakraban, tanpa jarak antara peran dan posisi.
Kesadaran untuk menata wadah Tunas Muda Jurnalis secara lebih terarah mulai menguat ketika Endang Srimulyani menginisiasi pertemuan lanjutan yang digelar pada Sabtu, 10 Januari 2026, di Pujasera Jiwan. Pertemuan itu menjadi titik balik penting—bukan karena tempatnya, melainkan karena lahirnya kesepahaman bahwa wadah ini perlu ditata lebih rapi agar dapat terus berkembang.
Di Pujasera Jiwan, diskusi berlangsung santai namun penuh makna. Usulan demi usulan disampaikan oleh dulur-dulur dengan terbuka. Proses pemilihan kepengurusan berjalan demokratis, jujur, dan menjunjung tinggi semangat persaudaraan. Dari proses tersebut, terbentuklah kepengurusan resmi wadah Tunas Muda Jurnalis periode 2026–2029.
Melalui musyawarah bersama, saudara Hernawan (Nawan) dipercaya sebagai ketua, saudara Suprapto sebagai sekretaris, dan saudara Eko Pujianto sebagai bendahara. "Terimakasih atas kepercayaan yang diberikan dulur-dulur kepada saya. Kepengurusan ini menjadi amanah untuk menjaga nilai kebersamaan sekaligus membawa wadah Tunas Muda Jurnalis untuk melangkah lebih maju," jelas Ketua terpilih Hernawan.
Sebagai langkah lanjutan, kepengurusan terpilih sepakat menguatkan wadah secara kelembagaan. Proses legalisasi melalui akta notaris dan pengajuan Surat Keputusan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) kini tengah diproses. Langkah ini menandai komitmen bersama agar Tunas Muda Jurnalis tidak hanya solid secara persaudaraan, tetapi juga sah dan diakui secara hukum.
Dari warung kopi dengan beberapa orang anggota hingga berkembang menjadi wadah dengan 55 jurnalis lintas wilayah, dari obrolan tanpa agenda hingga keputusan penting, perjalanan Tunas Muda Jurnalis menjadi bukti bahwa kebersamaan yang tulus mampu menumbuhkan kekuatan—dirajut oleh persaudaraan, diperkaya oleh keberagaman, dan diteguhkan oleh komitmen untuk tumbuh bersama.
(Eko/GW/Red)


