BREAKING NEWS

PWK ITI in Action 2026 Dorong Generasi Muda Jadi Perencana Kota Masa Depan

Institut Teknologi Indonesia (ITI) menggelar PWK ITI in Action 2026 melalui talkshow bertempat di Tangerang Selatan, Sabtu (11/4/2026).

 

TANGERANG SELATAN - gudang-warta.com - Institut Teknologi Indonesia (ITI) menggelar PWK ITI in Action 2026 melalui talkshow bertema Lingkungan Perkotaan dan Kontribusi Pemuda untuk Masa Depan Indonesia, di Tangerang Selatan, Sabtu (11/4/2026).


Kegiatan ini menjadi upaya kampus memperkenalkan Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) sekaligus mendorong generasi muda terlibat dalam pembangunan kota yang berkelanjutan dan berbasis teknologi.


"Saat ini, melalui kegiatan talkshow, kami ingin mempromosikan bidang STEM secara umum, namun secara khusus fokus pada Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK)," kata Rektor Institut Teknologi Indonesia Prof. Dr. Ir. Syopiansyah Jaya Putra M.Si.., IPU., ASEAN Eng. 



Harapannya, calon mahasiswa dapat memahami ruang lingkup PWK secara lebih luas. Jika sebelumnya banyak yang menganggap bidang ini hanya berkaitan dengan perencanaan konvensional, kini pembangunan infrastruktur sudah berkembang pesat dengan dukungan digitalisasi. Hal ini membuka peluang kerja yang semakin luas.


"Di era digital saat ini, perencanaan wilayah dan kota juga berbasis teknologi modern. Oleh karena itu, kami berharap para calon mahasiswa dapat memahami peluang tersebut, tertarik untuk mendalami bidang ini, dan akhirnya memilih Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota sebagai pilihan studi mereka," tambah rektor Syopiansyah. 


Sementara, Dosen Program Studi Arsitektur & Perencanaan Wilayah Kota Institut Teknologi Indonesia Dr. Phil. Ir. Rino Wicaksono, S.T., MAUD, MURP, IPU, ASEAN Eng menekankan pentingnya kreativitas pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan kota, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil. 


Ia menilai kota-kota seperti Tangerang Selatan dan Bogor perlu mengoptimalkan sektor jasa dan perdagangan melalui pengembangan ruang publik dan destinasi baru.


"Pemerintah daerah harus kreatif meningkatkan pendapatan daerah dengan menghadirkan ruang publik dan kegiatan baru yang mampu menarik wisatawan. Karena basis ekonomi kota seperti Bogor dan Tangerang Selatan adalah sektor jasa dan perdagangan," ujar Rino.


Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam perencanaan kota melalui konsep participatory planning. Menurutnya, pembangunan kota ideal harus berorientasi pada keberlanjutan, tangguh terhadap bencana, inklusif, serta berbasis teknologi.


"Kota harus berkelanjutan, tangguh, inklusif, dan smart. Namun kota tidak akan menjadi smart jika masyarakatnya belum siap. Karena itu peningkatan kualitas pendidikan dan SDM menjadi kunci," katanya.


Selain itu, Rino berharap ITI tidak hanya fokus pada program studi, tetapi juga mengembangkan pusat studi berbasis kolaborasi industri dan pemerintah daerah.


Ajak Generasi Muda Terjun Bangun Kota


Wakil Wali Kota Tangerang Selatan H. Ir. Pilar Saga Ichsan, S.T., M.Ars menilai kegiatan ini penting untuk menarik minat generasi muda di bidang teknik dan perencanaan kota. Menurutnya, Indonesia membutuhkan lebih banyak tenaga ahli di bidang engineering dan teknologi.


"Kegiatan ini menjadi pintu masuk bagi generasi muda untuk mengenal dunia teknik dan berkontribusi dalam pembangunan kota. Indonesia sangat membutuhkan insinyur yang inovatif dan berdaya saing tinggi," ungkap Pilar.


Ia juga berharap ITI terus menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia di bidang teknologi dan engineering.


"Saya berharap ITI terus melahirkan SDM unggul yang mampu mendorong daya saing Indonesia di masa depan," tambahnya.


Kota Dibangun dari Cerita, Cinta, dan Citra


Sementara itu, Kepala Bapperida Kota Bogor, Rudy Mashudi, S.T. M.P menyoroti pentingnya pendekatan humanis dalam pembangunan kota. Ia menyebut pembangunan kota harus didasarkan pada tiga konsep utama, yakni cerita, cinta, dan citra.


"Kota tidak hadir secara tiba-tiba, tetapi melalui perjalanan sejarah. Nilai lokal dan kearifan masyarakat harus menjadi bagian dari perencanaan kota," papar Rudi.


Ia mencontohkan Kota Bogor yang mengembangkan konsep Heritage City, Green City, dan Smart City sebagai fondasi pembangunan jangka panjang. Menurutnya, generasi muda juga memiliki peran penting dalam pembangunan kota masa depan.


"Anak muda menjadi instrumen penting pembangunan kota. Karena itu kami mendorong literasi, inovasi, dan ruang kreativitas bagi generasi muda," jelasnya.


ITI Dorong Minat Generasi Muda ke PWK


Ir.Medtry, ST.,MT Kaprodi Perencanaan Wilayah dan Kota, mengatakan kegiatan ini juga menjadi bagian dari strategi ITI untuk meningkatkan minat mahasiswa pada Program Studi PWK yang masih belum banyak dikenal masyarakat.


"Banyak yang belum memahami PWK. Padahal kota perlu direncanakan dengan baik agar nyaman, bersih, dan aman. Karena itu kami menghadirkan praktisi dan pemerintah daerah agar siswa melihat langsung peluang kariernya," kata Medtry.


Ia menyebut sekitar 50 siswa SMA hadir dalam kegiatan ini, dari target 100 peserta. Ke depan, ITI menargetkan peningkatan jumlah mahasiswa baru pada Program Studi PWK.


"Tahun lalu kami menerima 13 mahasiswa. Tahun ini kami berharap bisa meningkat menjadi 15 hingga 20 mahasiswa, bahkan idealnya mencapai 30 mahasiswa baru," ujarnya.


Melalui PWK ITI in Action 2026, ITI juga memperkenalkan bahwa bidang Perencanaan Wilayah dan Kota kini berkembang berbasis digital dan teknologi modern. Peluang karier pun semakin luas, mulai dari urban planner, konsultan pembangunan, hingga pengembang wilayah berbasis smart city.


Kegiatan ini juga diramaikan dengan lomba esai dan poster bagi siswa SMA, serta workshop dan seminar yang menjadi bagian dari promosi penerimaan mahasiswa baru ITI tahun akademik 2026.


Melalui kegiatan ini, ITI berharap semakin banyak generasi muda tertarik menjadi perencana kota masa depan dan berkontribusi dalam menciptakan kota-kota Indonesia yang lebih berkelanjutan, inklusif, dan cerdas.


Pemenang Lomba Poster dan Essay


Selain talkshow, PWK ITI in Action juga menampilkan lomba poster dan essay bagi para siswa-siswi SMA atau SMK. 


Untuk mengikuti lomba tersebut, tidak ada persyaratan khusus. Peserta cukup membuat essay sesuai dengan tema yang ditentukan, mengingat sasaran kegiatan ini adalah siswa tingkat SMA.


Sejumlah juri berpengalaman turut dihadirkan, antara lain, Juri Poster:


1. Hendry Chandra, S.T

2. Dr. Phil. Ir. Rino Wicaksono, S.T., MAUD, MURP,  IPU, ASEAN Eng

3. Yogan Daru Prabowo, S.P.W.K., M.par


Juri Essay

1. Ir. Hengki Atmadji, M.P.W.K

2. Dr. Aprimeno Sabde, ST, M.Si., MT, D.Min

3. Kusmalinda Madjid, S.T., M.Si


Berikut nama-nama pemenang lomba yang terdiri dari lomba poster dan lomba essay:


Lomba poster

Juara 1 

Nama : Naira Quinnsha & Najwa Herlaini 

Jumlah peserta : 2 orang 

Sekolah : SMA Negeri 3 Tangerang Selatan 


Juara 2 

Nama : Maria Yosephine Helgadista Pramesti & Salsabila Nazwah

Jumlah peserta : 2 orang 

Asal sekolah: SMK Letris Indonesia 2


Juara 3

Nama : SITI WILDATUNMUTAMMIMAH & SASKIA AMANDA 

Jumlah peserta: 2 orang 

Asal sekolah: SMK Jaya Buana 


LOMBA ESSAY


Juara 1 

Nama: Khansa Athifa Maila Hana

Jumlah peserta 

Asal sekolah : SMK Muhammadiyah 2 Tangerang Selatan 


Juara 2

Nama: Fauzia Rafifah Khairunnisa

Jumlah peserta : 1 orang 

Asal sekolah : SMK Muhammadiyah 2 Tangerang Selatan 


Juara 3

Nama: Anindya Syafana Putri

Jumlah peserta : 1 orang 

Asal sekolah : SMK Muhammadiyah 2 Tangerang Selatan. 



(Sety/GW/Red) 


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar