BREAKING NEWS

Layanan Kapal Cepat Ekspres Bahari Rute Kangean Dikeluhkan Masyarakat: “Fasilitas Hancur, Waktu Tempuh 7 Jam, Ini Bukan Lagi Kapal Cepat!”

Foto: Ilustrasi.


SUMENEP – gudang-warta.com - Masyarakat Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali melayangkan keluhan keras terhadap layanan kapal cepat Ekspres Bahari yang melayani rute Kangean–Kalianget.


Alih-alih memberi kenyamanan dan efisiensi perjalanan, warga menilai pelayanan kapal tersebut kini semakin buruk dan tidak layak lagi disebut “Kapal Cepat.”


“Kapal cepat ini sudah berubah jadi kapal lambat. Biasanya 3 jam perjalanan, sekarang bisa 4 sampai 7 jam,” kata Usman, warga Arjasa, Selasa (7/10).


“AC rusak, atap bocor di mana-mana. Fasilitasnya hancur. Ini sudah membahayakan penumpang,” tambahnya.


Kapal Cepat, Rasa Kapal Lambat


Berdasarkan keluhan masyarakat, perjalanan kapal yang seharusnya menempuh waktu sekitar 3 jam kini kerap memakan waktu lebih dari 4 jam, bahkan pernah mencapai 7 jam.


Selain itu, pendingin ruangan (AC) di dalam kapal disebut sering tidak berfungsi, kursi penumpang rusak, dan atap kapal bocor ketika hujan.


“Kami merasa seperti hanya diperas uangnya. Tiket tetap mahal, tapi kapal tak layak jalan,” ujar seorang penumpang lain yang enggan disebut namanya.


Warga mendesak agar pihak pengelola kapal dan pemerintah segera meninjau kembali kelayakan armada tersebut. Mereka menilai PT pengelola kapal hanya mengejar keuntungan tanpa memperhatikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat kepulauan.


Dugaan Pelanggaran: Kelebihan Muatan dan Tanpa Kapal Pengganti


Selain masalah fasilitas, warga juga menyoroti banyaknya pelanggaran operasional yang kerap terjadi.


Menurut warga, kapal kerap mengangkut penumpang melebihi kapasitas dengan alasan “kursi tambahan” atau “penumpang cadangan”.


“Kalau lagi ramai, mereka tetap terima penumpang melebihi kapasitas. Berkedok kursi cadangan. Itu sangat berbahaya di laut,” kata Usman.


Warga juga menyesalkan tidak adanya kapal pengganti saat kapal utama sedang docking atau perawatan rutin. Akibatnya, masyarakat Kangean sering terisolasi dan tidak bisa menyeberang ke daratan Sumenep selama beberapa hari.


“Kalau kapal lagi docking, ya sudah, kami terjebak. Tidak ada kapal pengganti. Masyarakat selalu dirugikan,” ujar Usman menambahkan.


Tuntutan Warga: Armada Baru dan Pengawasan Pemerintah


Masyarakat mendesak agar Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, dan Pemkab Sumenep turun tangan untuk meninjau kondisi armada Ekspres Bahari dan memastikan layanan publik di jalur laut tetap memenuhi standar keselamatan.


“Pemerintah harus tegas. Kapal ini sudah banyak pelanggaran. Kalau terus dibiarkan, bisa memakan korban,” tegas Usman.


Warga menilai sudah saatnya armada lama diganti dengan kapal baru yang lebih layak dan aman, mengingat jalur laut Kangean–Kalianget adalah satu-satunya akses vital masyarakat ke daratan Madura.


Regulasi dan Pengawasan


Sesuai Undang-Undang No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, setiap kapal penumpang wajib :


- Memiliki sertifikat kelaikan dan keselamatan kapal yang masih berlaku;


- Mematuhi kapasitas maksimal penumpang sesuai izin;


- Menyediakan fasilitas keselamatan dan kenyamanan minimal bagi penumpang;


- Menjamin pelayanan publik yang adil dan berkelanjutan, terutama bagi wilayah kepulauan.


Bila terbukti melanggar, operator kapal dapat dikenai sanksi administratif berupa pencabutan izin pelayaran dan denda operasional, bahkan sanksi pidana bila kelalaiannya membahayakan keselamatan penumpang.


Masyarakat Kangean: “Jangan Tunggu Korban Baru Bertindak”


Masyarakat berharap pihak otoritas pelabuhan dan Kemenhub tidak menunggu insiden fatal terjadi baru bertindak. Mereka menilai laporan sudah sering disampaikan, namun belum pernah ada evaluasi nyata terhadap operator kapal cepat tersebut.


“Kami hanya minta hak kami sebagai penumpang. Bayar tiket mahal, tapi pelayanan buruk. Kalau kapal ini tidak layak, hentikan dulu sebelum jatuh korban,” ujar salah satu tokoh masyarakat di Arjasa. (Guf/GW/Red) 



Reporter : Tim Liputan Kangean


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar