BREAKING NEWS

Dari Teks ke Aksi: Internalisasi NDP HMI Sebagai Gerakan Peradaban


 

Oleh : Achyat Daroini, S.H (Fungsionaris PB HMI) 


PONOROGO - gudang-warta.com - Internalisasi Nilai Dasar Perjuangan (NDP) HMI merupakan strategi penting dalam membangun karakter dan integritas kader HMI di tengah arus perubahan sosial yang pesat. Proses ini menempatkan nilai-nilai teologis, kosmologis, dan antropologis sebagai dasar pijakan gerak organisasi. Dalam sudut pandang akademik, internalisasi NDP harus lebih dari sekadar transfer pengetahuan, tetapi perlu menjadi transformasi nilai melalui refleksi, dialog kritis, dan pembiasaan dalam keseharian.


Di ranah teologis, NDP menjadikan iman sebagai fondasi spiritual, membangun komitmen kader untuk memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan dalam koridor nilai Islam. Namun dalam praktik, banyak kader yang menghadapi dilema antara idealisme dan realitas pragmatis di lapangan. Fenomena ini menandakan perlunya penguatan internalisasi agar kader tidak hanya memahami nilai, tetapi mampu mengaktualisasikannya secara konsisten, sehingga spiritualitas dan moralitas benar-benar tercermin dalam perilaku kolektif organisasi.


Pendekatan Kosmologis NDP HMI menegaskan bahwasanya kesadaran ekologis dan relasi manusia dengan alam sebagai bagian integral perjuangan kader. Namun, kritik muncul ketika komitmen ini masih minim aksi nyata di bidang lingkungan hidup dan keadilan ekologi, seringkali hanya menjadi slogan tanpa implementasi konkrit. Kader dituntut untuk keluar dari zona nyaman dan menginisiasi advokasi lingkungan yang lebih nyata sebagai bagian dari pengabdian universal.


Dimensi antropologis memberi bobot pada peran kader sebagai agen sosial yang mengedepankan kepedulian terhadap masyarakat, advokasi pada kaum terpinggirkan, dan pemberdayaan sosial budaya. Meskipun demikian, fragmentasi dan polarisasi kepentingan menjadi tantangan akut yang kerap melemahkan gerakan HMI dalam memperjuangkan keadilan. Oleh sebab itu, internalisasi NDP harus diarahkan pada penguatan etika sosial dan rekonsiliasi kepentingan demi sinergi pembangunan masyarakat.


Akhirnya, internalisasi NDP HMI idealnya dijalankan secara kontinyu melalui evaluasi, penguatan karakter, dan aksi nyata. Proses ini tidak cukup sekadar ritual pengkaderan, melainkan harus menjadi gerakan pemikiran dan budaya praksis yang membentuk kader-kader berintegritas tinggi serta berdaya kritis di tengah kompleksitas dunia modern.


Lebih jauh, internalisasi NDP perlu dipandang sebagai upaya pembangunan “subjek kolektif”, yaitu pembentukan identitas kader HMI sebagai individu yang tidak hanya beriman dan berilmu, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan, kemanusiaan, dan komitmen terhadap keadilan sosial.


Dengan demikian, internalisasi NDP harus melampaui sekadar pemahaman tekstual atau ritual formalitas namun harus menyentuh aspek epistemologis (bagaimana kader berpikir), afektif (bagaimana kader merasakan dan menghayati nilai), serta praktis (bagaimana kader bertindak dan mengambil keputusan dalam kehidupan nyata), sehingga integritas individu dan kolektif dapat terjaga.


Hasil dari internalisasi semacam itu, idealnya adalah kemunculan kader-kader HMI yang berpikiran inklusif dan universalistik yang artinya terbuka terhadap pluralitas, tidak eksklusif atau sektarian dan memiliki kesadaran kritis terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan politik sehingga mampu menjalankan fungsi sosial kontrol atas kekuaaan dan memperjuangkan keadilan bagi kaum tertindas serta mampu menerjemahkan prinsip keidlaman ke dalam tindakan nyata seperti advokasi, pemberdayaan masyarakat, dan mendukung kesejahteraan sosial sesuai semangat kemanusiaan universal dalam Islam.



Reporter : (Hanif/GW/Red) 


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar