BREAKING NEWS

GARDASATU Jatim Himbau Polresta Malang Siaga Jaga Kantor Yayasan PPLP-PT PGRI, Isu Serangan Preman Picu Ketegangan Malam Hari

Situasi keamanan di lingkungan Kantor Yayasan PPLP-PT PGRI Malang sempat memanas setelah muncul dugaan adanya upaya intimidasi dan pengerahan massa, pada Rabu malam (28/1/2026).

 

KOTA MALANG – gudang-warta.com – Situasi keamanan di lingkungan Kantor Yayasan PPLP-PT PGRI Malang sempat memanas pada Rabu malam (28 Januari 2026) setelah muncul dugaan adanya upaya intimidasi dan pengerahan massa oleh oknum tertentu yang disebut sebagai suruhan pihak bernama Kristea.


Kehadiran sejumlah orang di area yayasan pada malam hari memicu kekhawatiran berbagai pihak, terutama karena mereka diduga mencoba memasuki kantor yayasan secara paksa.


Berdasarkan keterangan di lapangan, beberapa orang tak dikenal mendatangi kawasan kantor yayasan saat aktivitas sudah sepi. Satuan pengamanan (Satpam) yang berjaga langsung melakukan pencegahan dan menutup akses masuk guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.


Ketegangan pun sempat terjadi ketika massa bersikeras masuk ke area kantor. Beruntung, tindakan sigap petugas keamanan berhasil meredam situasi sehingga tidak sampai terjadi bentrokan fisik.


Menanggapi kondisi tersebut, DPW GARDASATU (Garuda Sakti Bersatu) Jawa Timur langsung mengambil sikap tegas.


Ketua DPW GARDASATU Jatim, Badrul Aini, menyatakan bahwa tindakan intimidatif maupun pengerahan preman untuk menekan institusi pendidikan merupakan bentuk premanisme yang tidak dapat ditoleransi.


“Kami menghimbau Polresta Kota Malang segera meningkatkan penjagaan dan pengamanan di kantor Yayasan PPLP-PT PGRI. Jangan sampai ada aksi premanisme yang merusak ketertiban dan menciptakan rasa takut,” tegas Badrul Aini.


Menurutnya, lembaga pendidikan harus menjadi ruang aman, bukan arena tekanan atau konflik kepentingan yang melibatkan cara-cara kasar.


Ia menilai, jika aksi semacam ini dibiarkan, maka akan mencoreng nama baik Kota Malang sebagai kota pendidikan yang selama ini dikenal kondusif, aman, dan ramah bagi mahasiswa serta dunia akademik.


“Malang ini dikenal sebagai kota pendidikan. Kalau sampai ada preman masuk-masuk yayasan pada malam hari, ini preseden buruk. Aparat harus bertindak tegas. Jangan beri ruang bagi intimidasi,” lanjutnya.


GARDASATU Jatim juga mendesak aparat penegak hukum untuk menelusuri dalang di balik pengerahan massa tersebut. Mereka menilai tindakan semacam itu bukan sekadar pelanggaran ketertiban, tetapi berpotensi masuk ranah pidana jika terbukti mengandung unsur ancaman atau percobaan perusakan.


Selain itu, organisasi masyarakat sipil tersebut mengimbau semua pihak untuk menyelesaikan persoalan secara hukum dan dialogis, bukan dengan cara-cara kekerasan atau tekanan massa.


Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar kantor yayasan telah kembali kondusif, dengan pengamanan internal diperketat. Namun, pihak GARDASATU berharap kepolisian tetap melakukan patroli rutin untuk mencegah potensi gangguan lanjutan.


Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keamanan lingkungan pendidikan harus menjadi tanggung jawab bersama, demi menjaga marwah Malang sebagai pusat ilmu pengetahuan dan peradaban.



(Eko/GW/Red) 


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar