Warga Ngrupit Ponorogo Tuntut Janji Perbaikan Jalan Rusak Dampak Proyek Irigasi DAS Solo
![]() |
| Infrastruktur jalan desa penghubung desa Ngrupit dengan Dukuh Juranggandul Kadipaten rusak berat pasca proyek irigasi DAS Solo. |
PONOROGO – gudang-warta.com – Warga Dukuh Krajan, Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, mengeluh dan menuntut janji pertanggungjawaban atas kerusakan sejumlah infrastruktur desa, terutama jalan penghubung antara Dukuh Krajan Desa Ngrupit menuju Dukuh Juranggandul, Kelurahan Kadipaten Babadan,.dampak proyek pembangunan irigasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Solo.
Disampaikan Sehadi, Ketua RT.06/ RW.02, Dukuh Krajan, Desa Ngrupit, bahwa jalan cor hasil swadaya masyarakat lingkungan yang dilalui untuk aktivitas proyek dengan melibatkan kendaraan pengangkut material dan alat berat tersebut menjadi rusak, berlubang dan berubah menjadi becek, serta berlumpur saat hujan. Kondisi tersebut sangatlah mengganggu aktivitas warga sehari-hari.
"Sejak awal proyek sudah ada kesepakatan bahwa setiap kerusakan akibat aktivitas proyek akan diperbaiki. Namun hingga proyek selesai pada pertengahan Desember 2025, perbaikan tak kunjung direalisasikan," ujar Sehadi.
Sementara itu, Kepala Desa Ngrupit, Suherwan, kepada awak media menuturkan, bahwa pihaknya menyampaikan permintaan dari warga agar kerusakan yang ditimbulkan akibat aktivitas proyek tersebut segera diperbaiki sebagai bentuk pertanggungjawaban.
"Warga juga berharap adanya reklamasi atau pemulihan jalur yang dilintasi alat berat. Padahal, jalur tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat desa Ngrupit, khususnya di Dukuh Krajan," tegas Kades Suherwan, Jum'at (16/1/2026).
Selanjutnya, Yadi, perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Solo, menyampaikan permohonan maaf. Ia mengatakan perbaikan akan dilakukan setelah tahapan serah terima pekerjaan (PHO).
“Sesuai arahan pimpinan, setelah PHO akan kami laporkan. Semua fasilitas yang rusak akan diperbaiki, meski saat ini belum seluruh lokasi tertangani,” ucapnya.
Kini warga Desa Ngrupit menunggu realisasi janji tersebut. Mereka berharap pembangunan irigasi yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan tidak justru mengorbankan infrastruktur desa dan aktivitas masyarakat.
(Eko/GW/Red)



