BREAKING NEWS

GARDASATU JATIM: Surat Penolakan BEM UGM ke UNICEF Tolak MBG Sudah Keterlaluan

Badrul Aini, Ketua GARDASATU JATIM.

 

SURABAYA - gudang-warta.com - GARDASATU JATIM mengecam keras langkah Ketua BEM Universitas Gadjah Mada yang mengirimkan surat kepada UNICEF untuk meminta agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan.


Ketua GARDASATU JATIM, Badrul Aini, menilai langkah tersebut sebagai tindakan yang di luar nalar akal sehat dan tidak mencerminkan suara mayoritas masyarakat, khususnya para penerima manfaat program MBG.


“Dia itu mewakili siapa? Aneh. Jangan mentang-mentang secara pribadi menolak, lalu mengatasnamakan rakyat Indonesia,” tegas Badrul dalam keterangannya di Surabaya, Minggu (22/2/2026).


Jutaan Penerima Manfaat di Jawa Timur


Menurut data yang dihimpun GARDASATU JATIM, di Provinsi Jawa Timur saja terdapat lebih dari 8 Juta penerima manfaat program MBG, yang mayoritas berasal dari kalangan siswa dan keluarga kurang mampu. Program ini dinilai sangat membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak sekolah, khususnya di wilayah pedesaan dan pesisir.


Badrul menyampaikan bahwa apabila ada siswa atau sekolah dari kalangan mampu yang merasa tidak membutuhkan program tersebut, mereka dipersilakan menyampaikan sikap secara terbuka. Namun, tidak adil jika aspirasi segelintir pihak dijadikan dasar untuk meminta penghentian program secara nasional.


“Kalau ada sekolah dari kalangan kaya yang menolak, silakan. Itu hak mereka. Tapi jutaan siswa yang tidak mampu, yang sangat terbantu oleh MBG, juga punya hak asasi, hak dasar, dan hak untuk menyampaikan suara,” ujarnya.


Hak Anak dan Keadilan Sosial


GARDASATU JATIM menilai bahwasanya, program MBG bukan semata-mata kebijakan populis, melainkan bagian dari upaya negara dalam memenuhi hak dasar anak untuk mendapatkan asupan gizi yang layak.


Dalam perspektif organisasi tersebut, penghentian program secara sepihak justru berpotensi mengabaikan kepentingan kelompok rentan.


Badrul menegaskan, bahwa setiap kritik terhadap program pemerintah sah dan dilindungi Konstitusi. Namun, menurutnya, langkah menyurati lembaga internasional untuk menekan penghentian program nasional adalah tindakan yang berlebihan dan tidak proporsional.


“Ini menyangkut hajat hidup jutaan anak Indonesia. Jangan sampai sikap pribadi dijadikan dalih untuk memengaruhi kebijakan yang berdampak luas,” tambahnya.


Desakan Klarifikasi


GARDASATU JATIM juga meminta agar pihak BEM UGM memberikan klarifikasi terbuka kepada publik mengenai dasar, data, serta legitimasi moral atas surat yang dikirimkan tersebut. Organisasi itu mempertanyakan siapa yang sesungguhnya diwakili dalam sikap resmi tersebut.


“Jangan sampai publik bertanya-tanya, sebenarnya siapa yang diwakili oleh saudara Tyo sebagai Ketua BEM UGM ini? Apakah benar suara Mahasiswa secara keseluruhan, atau hanya segelintir kelompok?,” kata Badrul.


Sebagai penutup, GARDASATU JATIM menyatakan komitmennya untuk terus mengawal program-program yang dinilai berpihak kepada masyarakat kecil, khususnya yang berkaitan dengan pemenuhan gizi dan kesejahteraan anak-anak di Jawa Timur.


“Bagi kami, keberpihakan kepada rakyat kecil adalah prinsip. Program yang membantu jutaan siswa tidak mampu tidak boleh dihentikan hanya karena perbedaan pandangan,” pungkas Badrul.



(Guf/GW/Red) 


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
29 komentar
Batal
Comment Author Avatar
Ini yang di namakan mencari popularitas
Comment Author Avatar
Coba dapur yang komitmen. jatah 15.000 ya makanan yang di berikan harus sesuai 15.000 jangan ada alasan bayar karyawan. karena keuntungan belanja itu cukup untuk bayar karyawan. kalau ada yg keracunan kepala dapur wajib masuk penjara minimal 2th. kalau ada yg meninggal 10th. setiap hari kalau keganjilan wajib di publikasikan.
Comment Author Avatar
Adalagi ormas penjilat
Besok berubah jadi garda 3 atau 4 bergantung jilat pantat siapa
Comment Author Avatar
Apa kapasitas nya Ormas ngurusin politik?? Apa mereka paham dgn persoalan ini?? Wkwkwkkw
Comment Author Avatar
👍
Comment Author Avatar
Ormas cari panggung ..maknya buka sosmed jgn buka aplikasi lendir...seluruh rakyat bangsa ini tidak setuju dgn program bobrok ini....dasar koplak benih penjilat
Comment Author Avatar
Klo memang mw bantu gizi anak sekolah kasih saja uangnya langsung ke pihak keluarganya untuk memasak untuk anaknya makan sebelum berangkat sekolah
Comment Author Avatar
Saya dukung BEM UGM ungkapanya fakta pemotongan anggaran pendidikan ratusan trilyun untuk mbg ladang korupsi bagi pelaku mbg. Seharusnya anggaran mbg tidak merampok dana pendidikan, dana pendidikan untuk lingkup pendidikan
Comment Author Avatar
Ketua Bem UGM anak Ampang taik kucing
Comment Author Avatar
Sampai hari ini di SD anak saya belum pernah sekalipun mendapatkan MBG
Comment Author Avatar
Garda jatim mewakili masyarakat yang mana ?
Comment Author Avatar
Masyarakat kopet
Comment Author Avatar
Setuju dgn garda jatim
Comment Author Avatar
Ormas yg cuma cari panggung, atau ormas bayaran 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Comment Author Avatar
betul bang, mereka bilang gitu karna dpt uang
Comment Author Avatar
Sy mendukung ketua BEM UGM yg masih punya akal sehat. Kasian dana perbaikan sekolah sekian ribu tidak dapat dilakukan akibat anggaran tersedot untuk MBG.
Comment Author Avatar
INI GUDANG WARTA ATAU GUDANG SAMPAH MBG, JIKA TAK MAU DIKRITIK GAK USAH BANYAK OMON OMON, PUBLIKASI PALSU, NYATANYA YANG DIGUNAKAN APBN/UANG RAKYAT
Comment Author Avatar
Lagi lagi kontroversi dari Jogja, setelah beberapa nama terdekat yaitu Roy suryo Yan bikin cerita gaduh kini giliran si otak miring yang masih berada di ketiak bapak ibunya , bikin kontroversi dan berita gaduh.. sangat disayangkan anak Yan konon katanya berpendidikan tapi berotak bodoh.... Kenapa di indonesia ini banyak manusia berotak goblok, yang menjual dan menggadaikan harkat, jiwa negeri ini demi memenuhi otak bebalnya.. UGM sepertinya salah menerima mahasiswa...
Comment Author Avatar
mahasiswa itu sudah benar. mencegah penyelewengan anggaran MBG. kritik tegas dan pedas itu perlu. berarti rakyat peduli dengan kebijakan pemerintah. biar ada perbaikan dan mencegah koruptor
Comment Author Avatar
MBG itu program bagus, tp tidak serta merta bebas dari masalah. MBG rentan menjadi lahan KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme), kualitas makanan dan pengolahan banyak juga yg asal asalan hingga terbukti banyak yg kasus keracunan dan banyak masalah lain. Tp klu di kritik gak usah adu okol bergaya preman lagak jagoan bahkan ngancam ngancam dg tindakan yg di luar batas bahkan berpotensi melanggar hukum.
Comment Author Avatar
Malu2in orang jawa aja ini jatim
Comment Author Avatar
Cari panggung..... 🤣🤣🤣....asal tau ya ....rakyat bebas berpendapat ...ga usa di bungkam, buktikan saja kl yg diomong itu fitnah...kl fitnah simple kekeluargaan atau masuk ke hukum....JD ga berisik bnyk komenan yg bikin panas suasana dn jadi gorengan yg cari uang dr berita ini ..krna bnyk yg mau cari s nsasi dr berita yg viral ...
Comment Author Avatar
Ijin share

MBG: Niat Baik yang Tak Boleh Anti-Kritik
https://www.maharprastowo.com/2026/02/essai-mbg-niat-baik-yang-tak-boleh-anti-kritik.html
Comment Author Avatar
Kalau media, beritakan saja semuanya. Tak usah memihak.
Comment Author Avatar
Halah Halah... Cuma coba cari panggung orang ky gini...
Comment Author Avatar
Jika kontitusi melindungi hak berpendapat kenapa mesti ribut2, biarkan y bersuara. Kenapa mengecam orang, anda y membela program MBG dilakan juga mempertahankan jdi bebas jgn salahin orang. Laipula jika kita lihat data2 keracunan MBG di Jawa udah pastilah banyak y protes. Ngak keracunan ada juga y protes, di medsos jika anda mau lihat banyak juga y menolak n ada juga y dukung. Malahan banyak emak2 y minta diberikan duit sama ortunya saja. Tapi saya berpendapat boleh ada MBG terus tapi sistem diubah, jangan lagi diantar kesekolah tapi diantar saja ke desa2 langsung kerumah2 y ada anak sekolahan, biar emak2nya bisa protes langsung jika menunya basi or ngak enak
Comment Author Avatar
Setuju om, mmgnya yg dpt mbg itu org miskin semua ? Kan satu kelas di sekolah itu campuran ada yg kaya dan ada yg miskin. Badrul badrul..cucunya tok dalang, sana pulang ke kampung durian runtuh.
Comment Author Avatar
YES... suruh buka data makhluk2 model an bgitu.program bobrok banyak masalah+ banyak kasus+banyak penyelewengan = mon omon doang
Comment Author Avatar
Jangan sok membela pejabat pak...coba bapak turun kelapangan sidak bagaimana menu yg diberikan pada anak2,saat ada kunjungan pejabat aja menunya enak2...cb hari2 biasa...suara BEM UGM sdh mewakili kami suara rakyat...suara bapak pasti mewakili suara pejabat yg korup