Ramadhan Satukan Perbedaan ORMAWA UT Surabaya Bangun Harmoni Antar Mahasiswa
SURABAYA - gudang-warta.com - Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa begitu kental dalam kegiatan buka puasa bersama yang diprakarsai oleh Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) Universitas Terbuka Surabaya. Mengusung tema “Meraih Keberkahan Bulan Ramadhan dan Menjalin Silaturahmi Antar Mahasiswa Universitas Terbuka Surabaya”, kegiatan ini menjadi momentum istimewa yang mempertemukan berbagai elemen mahasiswa dalam satu ruang silaturahmi. Hadir dalam kegiatan tersebut Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Ikatan Mahasiswa Fakultas (IMF), serta mahasiswa lintas program studi dan fakultas yang ada di Universitas Terbuka Surabaya.
Sejak sore hari Minggu pada tanggal 01 Maret 2026 bertepatan di Fave Hotel Rungkut Surabaya, rangkaian kegiatan telah dimulai dengan agenda pembagian takjil di sekitar lingkungan kampus Universitas Terbuka Surabaya. Mahasiswa yang terlibat tampak antusias menyapa masyarakat dan pengguna jalan, membagikan makanan berbuka dengan penuh senyum dan semangat kebersamaan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi wujud kepedulian sosial, tetapi juga sarana pembelajaran nyata bahwa Ramadhan mengajarkan arti berbagi dan empati kepada sesama.
Fajar Eky Luthfianto selaku Koordinator Bidang Kepedulian dan Kesejahteraan Sosial sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa agenda buka puasa bersama ini merupakan inisiatif bersama yang diprakarsai oleh ORMAWA UT Surabaya dan didukung penuh oleh UKM, IMF, serta seluruh elemen mahasiswa lintas prodi maupun fakultas. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang kebersamaan yang mampu menyatukan berbagai latar belakang organisasi dalam satu semangat yang sama, yakni semangat Ramadhan dan solidaritas mahasiswa. Menurutnya, keberhasilan pembagian takjil yang berjalan lancar dan penuh antusiasme menjadi bukti bahwa nilai kepedulian sosial masih tumbuh kuat di kalangan mahasiswa Universitas Terbuka Surabaya.
Memasuki waktu berbuka, seluruh peserta berkumpul dalam suasana yang akrab dan penuh kehangatan. Tidak tampak sekat-sekat organisasi maupun fakultas. Semua duduk bersama, berbagi cerita, dan menikmati hidangan sederhana yang terasa istimewa karena dilandasi niat kebersamaan. Momentum tersebut menjadi refleksi bahwa mahasiswa tidak hanya dipertemukan oleh ruang akademik, tetapi juga oleh nilai-nilai kemanusiaan dan persaudaraan.
Muhammad Mas Davit Herman Rudiyansah selaku Ketua Umum ORMAWA Universitas Terbuka Surabaya dalam hal ini menegaskan bahwa agenda buka bersama ini bukan sekadar tentang berbagi hidangan atau berkumpul dalam satu waktu yang sama. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan momentum untuk mempererat silaturahmi antar mahasiswa, merawat persaudaraan lintas organisasi, lintas program studi, dan lintas fakultas. Ia juga menekankan bahwa sebelum duduk bersama menikmati hidangan berbuka, mahasiswa terlebih dahulu belajar tentang arti memberi melalui pembagian takjil. Di situlah nilai kebaikan ditanamkan bahwa mahasiswa tidak hanya tumbuh secara intelektual, tetapi juga secara sosial dan spiritual.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa Ramadhan adalah bulan dengan intensitas keagamaan yang begitu tinggi dan meninggalkan kesan mendalam bagi siapa pun yang menjalaninya. Kekhasan suasana Ramadhan dalam kehidupan bangsa bahkan tercermin hingga pada suasana Idul Fitri yang sarat dengan tradisi silaturahmi dan saling memaafkan. Oleh karena itu, ia berharap agar hikmah ibadah puasa tidak berhenti pada rutinitas seremonial semata, melainkan terus hidup dalam sikap dan tindakan mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab moral dan sosial.
Kegiatan buka puasa bersama ini pada akhirnya bukan hanya menjadi agenda tahunan, melainkan simbol kebersamaan dan penguatan solidaritas di lingkungan Universitas Terbuka Surabaya. Di tengah dinamika kehidupan akademik dan keberagaman latar belakang mahasiswa, Ramadhan menjadi jembatan yang menyatukan, mengajarkan makna kebersamaan, serta meneguhkan komitmen untuk terus menebar kebaikan, baik di dalam kampus maupun di tengah masyarakat luas.
(Eko/GW/Red)

