BREAKING NEWS

Skandal MBG Terkuak! Dugaan Setoran Per Porsi Menggurita, GARDA SATU JATIM: Hampir Semua Dapur Terdampak

Dugaan Setoran Per Porsi Menggurita, GARDA SATU JATIM: Hampir Semua Dapur Terdampak. (Foto: ilustrasi) 

SURABAYA – gudang-warta.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi andalan dalam meningkatkan gizi masyarakat kini diguncang dugaan praktik setoran ilegal yang terstruktur dan sistematis.


Tim investigasi GARDA SATU Jawa Timur mengungkap temuan mengejutkan, rendahnya kualitas menu makanan diduga berkaitan dengan adanya pengumpulan dana dari setiap porsi yang kemudian disetorkan kepada oknum tertentu.


Dari hasil penelusuran, oknum-oknum tersebut, di Jawa Timur saja diduga menguasai puluhan dapur sekaligus, dengan nilai setoran mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah per bulan. Modus yang digunakan antara lain memanfaatkan rekening pihak lain untuk menampung aliran dana transfer.



Ketua GARDA SATU JATIM, Badrul Aini, menegaskan bahwasanya, temuan ini bukan sekadar dugaan, melainkan hasil investigasi lapangan yang menunjukkan pola serupa di berbagai wilayah.


“Kami menemukan adanya setoran yang dihitung per ompreng atau per porsi, dengan nilai berkisar antara Rp.200 hingga Rp.1.000. Ini sangat memprihatinkan,” ujar Badrul Aini.


Menurutnya, praktik tersebut dilakukan secara terbuka dan sistematis, sehingga berdampak langsung pada kualitas makanan yang diterima masyarakat.


“Jika setiap porsi dipotong, maka wajar kualitas menu menjadi tidak optimal. Anggaran besar tidak sepenuhnya digunakan untuk kebutuhan gizi,” tegasnya.


Lebih lanjut, tim investigasi menyebut dugaan praktik setoran ini terjadi hampir di seluruh dapur pelaksana program.


“Yang lebih mengkhawatirkan, hampir seluruh dapur yang kami telusuri mengakui adanya setoran, meskipun sebagian masih mencoba menutupinya,” ungkap Badrul.


Aliran dana tersebut kerap dibungkus dengan berbagai dalih, mulai dari “Kompensasi” untuk mendapatkan titik dapur hingga alasan lain yang dinilai tidak rasional.


“Ada yang menyebut untuk mendapatkan titik dapur. Bahkan ada yang berani membawa-bawa nama pejabat di BGN. Lebih parah lagi, ada alasan untuk biaya kunjungan Presiden ke daerah. Ini sangat memalukan,” katanya.


GARDA SATU JATIM juga menyoroti dugaan keterlibatan yayasan yang diduga dijadikan perantara, sehingga aliran dana terlihat lebih tersamarkan.


Tim investigasi mengklaim telah mengantongi bukti awal berupa transaksi transfer yang mengarah pada praktik setoran tersebut.


“Bukti transfer sudah kami pegang. Ini bukan asumsi, tetapi fakta awal yang harus segera ditindaklanjuti,” jelasnya.


Dalam pernyataan tegasnya, Badrul Aini menyatakan akan membawa persoalan ini langsung kepada Presiden.


“Saya akan melaporkan langsung kepada Presiden Prabowo dengan membawa bukti yang valid. Oknum-oknum ini harus dipecat, diproses hukum, bahkan dipenjara jika terbukti. Semua dapur yang terlibat juga harus diperiksa,” tegasnya.


Ia menilai praktik tersebut merupakan bentuk penyalahgunaan kebijakan negara untuk kepentingan pribadi.


“Para pelaku sudah mulai terpetakan. Mereka bermain di atas kebijakan Presiden. Ini tidak boleh dibiarkan,” lanjutnya.


GARDA SATU JATIM mendesak aparat penegak hukum untuk segera turun tangan dan mengusut tuntas dugaan ini demi menyelamatkan program serta melindungi hak masyarakat.


“Program ini sangat baik. Namun jika dirusak oleh praktik seperti ini, maka rakyat yang menjadi korban. Kami tidak akan diam,” pungkasnya.



(Guf/GW/Red) 


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar