Waspada Modus Terapi Kesehatan Jelang Lebaran, Pasutri di Ponorogo Kehilangan Emas dan Uang Puluhan Juta
![]() |
| Bonari (Korban), warga Desa Kalimalang, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Kehilangan Emas dan Uang Puluhan Juta Modus Terapi Kesehatan pada Jelang Lebaran. |
PONOROGO – gudang-warta.com – Menjelang hari raya Idul Fitri 1447 H/ 2026 Masehi, masyarakat di imbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tamu asing yang berkunjung ke rumah.
Sebuah aksi pencurian dengan modus penipuan terapi kesehatan baru saja menimpa Pasangan Suami Istri (Pasutri), Mistun dan Bonari, warga Desa Kalimalang, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo.
Akibat kejadian tersebut, korban harus merelakan uang tunai sebesar Rp. 10 Juta dan perhiasan Emas seberat 33 gram raib digondol komplotan pencuri. Jika dikalkulasi, total kerugian mencapai puluhan juta rupiah.
Peristiwa memilukan tersebut terjadi pada Kamis siang (5/3/2026). Saat itu, rumah korban didatangi oleh 4 (Empat) orang tak dikenal yang terdiri dari Dua Laki-laki dan Dua Perempuan berusia muda.
Dengan gaya bicara logat Sunda namun menggunakan bahasa Indonesia, mereka menawarkan jasa terapi kesehatan kepada korban.
Kepala Desa Kalimalang, Riyadi, menjelaskan bahwa korban yang tidak menaruh curiga kemudian mengizinkan para pelaku masuk ke dalam rumah.
"Pelaku menawarkan terapi kesehatan. Pak Bonari kemudian ditempeli semacam koyo di bagian kaki dan diminta untuk tiduran dalam waktu yang telah ditentukan oleh pelaku," ujar Riyadi, Kades Kalimalang, saat dikonfirmasi pada Sabtu (7/3/2026) lalu.
Saat korban laki-laki sedang menjalani "Terapi", salah satu pelaku perempuan melancarkan aksinya dengan berpura-pura meminta diantar oleh Ibu Mistun ke kamar mandi. Di momen itulah, anggota komplotan lainnya diduga menggeledah isi rumah.
Aksi pencurian ini baru disadari beberapa hari kemudian. Riyadi mengungkapkan bahwa modus ini terungkap setelah dirinya melakukan kegiatan Safari Ramadan ke Masjid dan Mushola di desanya.
Dalam kegiatan tersebut, ia berulang kali mengingatkan warga untuk waspada terhadap modus penipuan yang menyaru sebagai petugas kesehatan.
"Mendengar imbauan saya, anak korban merasa ada kemiripan dengan kejadian yang dialami orang tuanya. Karena curiga, mereka melakukan pengecekan di dalam rumah," tambah Riyadi.
Setelah diperiksa, pintu Lemari korban ditemukan dalam kondisi rusak akibat dicongkel menggunakan Gunting. Uang tunai dan puluhan gram perhiasan emas milik korban sudah tidak ada di tempatnya.
Sementara, berdasarkan keterangan dari para korban, terduga pelaku berjumlah Empat orang dan menggunakan kendaraan mobil Toyota Avanza warna Silver dengan Plat Nomor B (Jakarta).
Para pelaku melarikan diri setelah berada di dalam rumah korban selama kurang lebih 45 menit.
Kejadian ini telah dilaporkan secara resmi ke pihak kepolisian untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Riyadi mengimbau kepada seluruh warga Kecamatan Sukorejo, khususnya warga Kalimalang, agar lebih selektif dalam menerima tamu asing, terutama yang menawarkan jasa-jasa tertentu di tengah suasana menjelang Lebaran yang rawan kriminalitas. (Sumber: mediajatimnews.com)
(Eko/GW/Red)

