Garda Satu Jatim Menyikapi Pernyataan Terkait Peredaran Narkotika di Madura, Hingga Menyentuh Ulama dan Pesantren
![]() |
| Pernyataan sikap Garda Satu Jawa Timur menyikapi isu Madura, Ulama dan Pesantren. |
SURABAYA - gudang-warta.com - Sehubungan dengan beredarnya pernyataan di ruang publik yang mengaitkan wilayah Madura dengan peredaran Narkotika hingga menyentuh Ulama dan Pesantren, Ketua GARDASATU (Garuda Sakti Bersatu) Jawa Timur, Badrul Aini menyampaikan sikapnya.
"Kami memahami bahwa niat dari pernyataan tersebut kemungkinan adalah sebagai bentuk keprihatinan atas semakin masifnya peredaran Narkotika. Fakta di lapangan memang menunjukkan bahwa peredaran barang haram tersebut telah menjangkau berbagai wilayah, termasuk kepulauan Madura seperti Kangean dan Masalembu yang membutuhkan perhatian serius dari semua pihak," Ucap Badrul Aini kepada gudang-warta.com, Selasa (14/4/2026).
Namun demikian, Cak Badrul (sapaan akrab) menilai bahwasanya, penyebutan yang mengaitkan ulama dan pesantren secara umum di Madura adalah pernyataan yang sangat sensitif dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
"Jika terdapat dugaan keterlibatan pihak tertentu, maka hal tersebut harus dibuktikan secara jelas, terbuka, dan berbasis data. Tidak tepat jika disampaikan secara umum tanpa penjelasan yang rinci. Apakah benar ada ulama yang terlibat? Juga apakah benar pesantren ikut terlibat?," Ungkapnya.
Cak Badrul pun menyatakan, bahwa hal tersebut perlu pembuktian yang kuat. Ia sendiri sangat tidak yakin bahwa institusi keagamaan seperti ulama dan pesantren, yang selama ini menjadi benteng moral masyarakat, terlibat dalam praktik tersebut.
"Kami menegaskan, bahwa GARDASATU (Garuda Sakti Bersatu) Jawa Timur mendukung penuh langkah Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam memberantas peredaran Narkotika di Indonesia, khususnya di Jawa Timur," Tegasnya.
Pihaknya mendorong aparat untuk bertindak tegas dan tanpa pandang bulu dalam memburu serta menangkap bandar-bandar besar Narkotika yang selama ini merusak generasi bangsa.
"Kami juga menyerukan agar penindakan difokuskan secara serius di wilayah-wilayah rawan, termasuk kepulauan seperti Kangean, Masalembu, dan daerah lainnya yang diduga menjadi jalur maupun titik peredaran Narkotika," Harapnya.
Cak Badrul mengingatkan agar semua pihak, khususnya pejabat publik, lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan di ruang publik. Ucapan yang tidak tepat dapat menimbulkan kegaduhan, bahkan berpotensi memecah belah persatuan bangsa.
Dalam kondisi bangsa yang membutuhkan kesejukan, keteduhan, dan persatuan, sudah sepatutnya setiap pernyataan disampaikan dengan penuh tanggung jawab, kehati-hatian, serta menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan.
"Kami mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk tetap bersatu dalam memerangi Narkotika tanpa harus saling menyudutkan, apalagi menyasar simbol-simbol keagamaan yang sangat dihormati," Tandasnya.
Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian terhadap persatuan bangsa.
(Guf/GW/Red)

