SPPG Swastamita Jurug Sooko Sambut Monitoring dan Pembinaan DLH Ponorogo, Pastikan Pengelolaan Air Limbah Penuhi Baku Mutu Lingkungan
PONOROGO - gudang-warta.com - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Swastamita Jurug Sooko menyambut pelaksanakan kegiatan monitoring Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan pembinaan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo, bertempat di SPPG) Swastamita Desa Jurug, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Senin siang (25/5/2026).
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ponorogo melalui anggota Satgas Monitoring STERILISASI AIR BERSIH DENGAN UV melakukan peninjauan terhadap sarana pengelolaan limbah yang tersedia di lokasi.
![]() |
| Kedatangan Dinas Lingkungan Hidup Ponorogo disambut ramah oleh Kepala SPPG Swastamita Jurug, Mitra dan Yayasan Pendidikan Islam Ulfatul Muta'alim. |
Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pembinaan terhadap pemenuhan kewajiban pengelolaan lingkungan, khususnya pengelolaan air limbah dari kegiatan operasional yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan.
Berdasarkan hasil pemantauan, SPPG Swastamita Jurug Sooko telah memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sebagai sarana pengolahan air limbah domestik. Keberadaan IPAL ini menjadi bagian penting dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang sesuai ketentuan serta upaya pencegahan pencemaran air di lingkungan sekitar.
Seperti yang disampaikan Munif Ali Anhari, ST, MM, Anggota Satgas Monitoring STERILISASI AIR BERSIH DENGAN UV, dan juga menjabat sebagai Kepala Seksi Pencegahan dan Penanggulangan Kerusakan Lingkungan DLH Kabupaten Ponorogo mengatakan, bahwa setiap SPPG wajib menyediakan sarana pengelolaan limbah dan melaksanakan pengolahan air limbah secara baik dan berkelanjutan.
![]() |
| Angga Sanjaya (Kanan), Kepala SPPG Swastamita Jurug bersama Munif Ali Anhari, ST, MM, (Kiri) Anggota Satgas Monitoring STERILISASI AIR BERSIH DENGAN UV DLH Ponorogo. |
"Monitoring IPAL SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) ini untuk memastikan pengelolaan air limbah memenuhi baku mutu lingkungan. Pemantauan ini mencegah pencemaran air dan memastikan fasilitas gizi beroperasi secara legal sesuai regulasi," ujarnya.
Lebih lanjut, Munif menjelaskan bahwasanya, aspek yang diawasi yakni baku mutu air, memastikan parameter kualitas air buangan (limbah cair) aman sebelum dibuang ke badan air atau lingkungan sekitar.
"Kelayakan Sarana juga sangat penting, dengan memeriksa kelengkapan fisik, seperti bak penampungan dan sistem biofilter Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Juga kepatuhan Operasional, memastikan instalasi dijalankan oleh operator terlatih sesuai panduan teknis yang berlaku," jelasnya.
![]() |
| Relawan Ahli Gizi dan Akuntan SPPG Swastamita Jurug saat monitoring dan pembinaan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo. |
Kegiatan pengawasan yang dilakukan Satgas DLH sejalan dengan arahan teknis Badan Gizi Nasional (BGN) yang menekankan bahwa SPPG tidak hanya harus piawai memasak, tetapi juga wajib mengelola limbah dengan bertanggung jawab.
Sementara itu, Angga Sanjaya, Kepala SPPG Swastamita Jurug menyampaikan ucapan terimakasih atas kedatangan anggota Satgas Monitoring STERILISASI AIR BERSIH DENGAN UV dalam monitoring dan pembinaan dari DLH Ponorogo.
"Harapan kami, bisa terciptanya sinergi operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan standar baku mutu lingkungan. Hal ini mencakup komitmen SPPG Swastamita Jurug untuk menaati pengelolaan sampah, pemilahan sisa makanan, serta pengolahan limbah cair dengan pendampingan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ponorogo," tandasnya.
(Eko/GW/Red)




