Yayasan Sabuk Inten Nusantara Gelar Sarasehan dan Pembentukan Pengurus, Jalani Ritual Khusus untuk Pembangunan Pendopo
PONOROGO - gudang-warta.com - Puluhan anggota Yayasan Sabuk Inten Nusantara menggelar Sarasehan dan Pembentukan Pengurus yang bertempat di Padepokan Sabuk Inten Nusantara dirumah Gus Ahmad Kusuma, Jalan Kalimantan, RT.02/ RW.01, Dukuh Tengger, Desa Slahung, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Jum'at malam (29/5/2026).
![]() |
| Puluhan pengurus dan anggota Yayasan Sabuk Inten Nusantara menggelar Sarasehan dan pembentukan pengurus yang bertempat di Padepokan Sabuk Inten Nusantara. |
Pada acara Sarasehan dan Pembentukan Pengurus tersebut, para anggota Yayasan Sabuk Inten Nusantara dengan mengenakan pakaian hitam-hitam membawa obor dan Sesajen Jawa atau sesaji/uborampe melakukan Ritual Khusus (Ritus) dengan memandikan ayam jago Cemani yang nantinya akan disembelih di lokasi rencana pembangunan Pendopo.
Kemudian arak-arakan rombongan berjalan kaki menuju ke titik lokasi rencana pembangunan Pendopo Yayasan Sabuk Inten Nusantara yang tidak jauh dari tempat acara berlangsung.
![]() |
| Pengurus Yayasan Sabuk Inten Nusantara melakukan Ritual Khusus (Ritus) dengan memandikan ayam jago Cemani yang nantinya akan disembelih di lokasi rencana pembangunan Pendopo. |
Dilokasi titik rencana pembangunan Pendopo, dilakukan penyembelihan ayam jago Cemani tersebut dan berdo'a bersama sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta penghormatan kepada leluhur. Praktik budaya ini sarat akan filosofi kehidupan dan mencerminkan harapan akan keselamatan serta keharmonisan alam.
Usai dilakukan ritual khusus, acara dilanjutkan dengan kenduri selamatan dan potong tumpeng sebagai tradisi doa bersama yang diiringi perjamuan makan. Dilakukan untuk memohon keselamatan, perlindungan Tuhan Yang Maha Esa, dan wujud rasa syukur atas awal kiprah berdirinya Yayasan Sabuk Inten Nusantara di Bumi Reyog tercinta ini.
Ahmad Marundi atau yang akrab disapa Gus Ahmad, selaku Pendiri dan Pembina Yayasan Sabuk Inten Nusantara menuturkan, bahwa tujuan diadakan kegiatan ini sebagai wadah silaturahmi, musyawarah, serta penguatan tali persaudaraan dalam semangat budaya, spiritualitas, dan pelestarian nilai-nilai luhur Nusantara.
"Tujuan mulia ini mencerminkan esensi dari gerakan kebangkitan Budaya Nusantara yang secara konsisten berupaya merawat kearifan lokal. Kegiatan ini menjadi simpul penting dalam merajut kembali persatuan masyarakat melalui silaturahmi untuk mempererat hubungan antar budayawan, tokoh spiritual, dan seluruh elemen masyarakat," tuturnya.
Selain sebagai ajang silaturahmi, acara ini juga sebagai wadah musyawarah, menjadikan ruang urun rembuk untuk mencari solusi bersama terkait pelestarian warisan leluhur. Pelestarian warisan budaya ini memastikan nilai-nilai adiluhung Nusantara tetap relevan dan diwariskan kepada generasi penerus.
"Pelestarian warisan budaya di Yayasan Sabuk Inten Nusantara meliputi seni budaya Keris yaitu Tosan Aji, lalu ada kuliner beberapa uborampe asahan kenduri, juga pelestarian Carakan atau Aksara Jawa, fokus dalam mengembangkan kesenian untuk meningkatkan ekonomi, juga termasuk pelestarian sumber mata air yang ada di wilayah Kabupaten Ponorogo," ungkap Gus Ahmad.
![]() |
| Ahmad Marundi atau yang akrab disapa Gus Ahmad (Kiri), selaku Pendiri dan Pembina Yayasan Sabuk Inten Nusantara saat memberikan sambutan pada Sarasehan dan Pembentukan Pengurus. |
Sementara itu, Untung Setiyadi, Ketua Yayasan Sabuk Inten Nusantara menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung berdirinya Yayasan Sabuk Inten Nusantara. Mudah-mudahan dengan berdirinya Yayasan Sabuk Inten Nusantara ini dapat mendukung budaya-budaya yang ada di Slahung khususnya, pada umumnya di Kabupaten Ponorogo.
"Saya berharap, dengan adanya Yayasan Sabuk Inten Nusantara ini, kedepannya, kebudayaan dan tradisi yang ada di masyarakat dapat berkembang, bertambah maju untuk generasi muda, supaya generasi-generasi muda yang ada di Kabupaten Ponorogo dapat menghargai sekaligus meneruskan perjuangan generasi sepuh demi kelancaran dan kelangsungan budaya-budaya yang akan datang," harapnya.
![]() |
| Acara kenduri selamatan dan potong tumpeng sebagai tradisi doa bersama yang diiringi perjamuan makan. |
Perlu diketahui, selain menetapkan struktur kepengurusan Yayasan Sabuk Inten Nusantara, forum sarasehan juga menjadi ruang musyawarah dalam merumuskan arah gerak organisasi yang berpijak pada nilai-nilai luhur Nusantara. Berbagai gagasan mengenai pelestarian budaya, pendidikan, penelitian, penguatan komunitas, hingga pembangunan jejaring nasional dan internasional menjadi bagian penting dalam pembahasan.
Visi Yayasan Sabuk Inten Nusantara
- "Terwujudnya kebudayaan Nusantara yang lestari, berdaulat, dan menyejahterakan, melalui keseimbangan jagad gedhe dan jagad cilik, sebagai sabuk pengikat keberagaman bangsa menuju peradaban yang luhur dan berkelanjutan."
Visi tersebut menegaskan komitmen Yayasan Sabuk Inten Nusantara untuk menjadikan kebudayaan bukan hanya sebagai warisan masa lalu, tetapi juga sebagai kekuatan masa depan yang mampu menjaga keseimbangan hubungan manusia, alam, dan kehidupan sosial dalam bingkai kebangsaan.
![]() |
| Logo Yayasan Sabuk Inten Nusantara |
5 (Lima) Misi Besar Yayasan :
1. Menyelaraskan Kebudayaan dan Ekologi
Sebagai turunan dari asas Manunggaling Jagad, yayasan berkomitmen menyelaraskan kerja kebudayaan dengan kesadaran ekologis. Manusia, alam, dan tradisi dipandang sebagai satu kesatuan yang saling menghidupi.
Dalam pandangan ini, sungai, gunung, sawah, hutan, dan laut merupakan bagian dari lanskap budaya yang tidak dapat dipisahkan dari tradisi, kesenian, maupun ritual masyarakat. Oleh karena itu, setiap program kebudayaan akan mempertimbangkan aspek ekologis sebagai bagian integral dari pelestarian budaya.
2. Menjaga Keseimbangan Empat Unsur Kehidupan
Berdasarkan asas Sedulur Papat Lima Pancer, yayasan menempatkan keseimbangan antara niat suci, daya juang, cita luhur, dan pijakan bumi sebagai fondasi setiap langkah organisasi.
Prinsip ini diwujudkan melalui tata kelola yang transparan, program yang berdampak nyata, visi yang strategis, serta keberpihakan kepada masyarakat akar rumput sebagai penjaga utama nilai-nilai budaya Nusantara.
3. Menjadi Poros Kolaborasi Kebudayaan
Sebagai turunan dari asas Kiblat Papat, yayasan berperan sebagai penghubung antara empat pilar utama kebudayaan, yaitu komunitas pemilik budaya, pemerintah, dunia akademik, dan dunia usaha.
Melalui pendekatan kolaboratif, Yayasan Sabuk Inten Nusantara berupaya mempertemukan berbagai pihak dalam satu tujuan bersama, yakni pelestarian dan pemajuan kebudayaan yang berkelanjutan.
![]() |
| Kenduri selamatan untuk memohon keselamatan, perlindungan Tuhan Yang Maha Esa, dan wujud rasa syukur atas awal kiprah berdirinya Yayasan Sabuk Inten Nusantara di Bumi Reyog tercinta ini. |
4. Mengembangkan Pendidikan dan Literasi Budaya
Berasal dari asas Padma Mekar, yayasan berkomitmen menumbuhkan literasi sejarah, riset terapan, dan pendidikan kebudayaan yang berakar pada tradisi Nusantara.
Program riset, pelatihan, publikasi, dan pendidikan akan menjadi instrumen utama untuk menanamkan kesadaran sejarah dan kebudayaan kepada seluruh lapisan masyarakat, mulai dari generasi muda hingga komunitas diaspora Nusantara.
5. Mengikat Keberagaman dalam Jaringan Nusantara dan Dunia
Sebagai manifestasi asas Sabuk Inten, yayasan berupaya mengikat keberagaman budaya Nusantara dalam jaringan nasional maupun diaspora internasional.
Keberagaman tersebut tidak dipersatukan oleh keseragaman bentuk, melainkan oleh nilai-nilai luhur yang diwariskan lintas generasi. Sabuk Inten menjadi simbol pemersatu yang menghubungkan berbagai budaya dalam satu semangat kebangsaan.
Lima Misi dalam Satu Kesatuan
Dalam forum sarasehan ditegaskan bahwa kelima misi tersebut tidak dapat dijalankan secara terpisah. Setiap program yayasan harus mencerminkan seluruh misi secara utuh.
Sebuah kegiatan budaya, misalnya, harus mampu memperhatikan aspek lingkungan, memiliki tata kelola yang baik, melibatkan berbagai pemangku kepentingan, menjadi ruang pembelajaran, serta memperkuat jejaring keberagaman budaya. Prinsip inilah yang akan menjadi tolok ukur dalam menilai dan menjalankan setiap program Yayasan Sabuk Inten Nusantara ke depan.
![]() |
| Untung Setiyadi (Kiri), Ketua Yayasan Sabuk Inten Nusantara bersama Ahmad Marundi (Gus Ahmad) (Kanan), selaku Pendiri dan Pembina Yayasan Sabuk Inten Nusantara. |
Susunan Pengurus Yayasan Sabuk Inten Nusantara :
Pendiri
Ahmad Marundi
Eka Harnawa Widyaswara
Sri Widagdo Purwo Ardyasworo
Arif Afriyanto
Pembina
Ahmad Marundi
Eka Harnawa Widyaswara
Pengawas
Sri Widagdo Purwo Ardyasworo
Arif Afriyanto
Pengurus Harian
Ketua: Untung Setiyadi
Sekretaris: Muhammad Erfan
Bendahara: Uut Yunianto
Dengan terbentuknya kepengurusan dan arah gerak organisasi yang jelas, Yayasan Sabuk Inten Nusantara diharapkan mampu menjadi salah satu motor penggerak pelestarian budaya sekaligus memperkuat persaudaraan dan gotong royong di tengah masyarakat.
(Eko/GW/Red)










