BREAKING NEWS

Gardasatu Kangean: Aneh Jika Ada yang Menolak Program MBG

Ketua Gardasatu Kangean, Abu Salim, menilai penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu disikapi secara kritis dan rasional.


SUMENEP – gudang-warta.com – Ketua Gardasatu Kangean, Abu Salim, menilai penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu disikapi secara kritis dan rasional. Menurutnya, program yang bertujuan meningkatkan gizi anak-anak Indonesia, khususnya dari keluarga kurang mampu, seharusnya mendapatkan dukungan luas dari seluruh elemen masyarakat.


"Yang menjadi pertanyaan, kemana saja kelompok-kelompok yang sekarang aktif melakukan aksi penolakan MBG ketika berbagai kasus korupsi besar, mafia tambang, mafia migas, dan praktik perampokan kekayaan negara terjadi selama bertahun-tahun?" ujar Abu Salim.


Menurutnya, publik perlu membedakan antara penolakan terhadap program yang manfaatnya langsung dirasakan rakyat dengan kritik terhadap oknum yang mungkin melakukan penyimpangan dalam pelaksanaannya.


"Kalau ada yang korupsi dana MBG, silakan diusut. Kalau ada yang menyalahgunakan anggaran, tangkap dan penjarakan. Kalau perlu lakukan aksi demonstrasi menuntut penegakan hukum. Itu sikap yang benar dan patut didukung. Tetapi jangan sampai program yang ditujukan untuk membantu anak-anak mendapatkan asupan gizi yang baik justru menjadi sasaran penolakan," tegasnya.


Abu Salim menilai masih banyak masyarakat yang belum memahami berbagai kepentingan besar yang bermain dalam dinamika politik dan ekonomi nasional. Ia mengajak masyarakat untuk lebih kritis melihat siapa yang diuntungkan dan siapa yang dirugikan oleh berbagai kebijakan pemerintah.


"Selama ini ada banyak pihak yang merasa terganggu karena ruang mereka untuk menguasai sumber daya alam Indonesia semakin sempit. Ada kepentingan-kepentingan besar yang selama bertahun-tahun menikmati keuntungan dari pengelolaan kekayaan negara. Ketika pemerintah melakukan pembenahan, tentu ada pihak-pihak yang merasa tidak nyaman dan kemudian berusaha membangun opini atau memanfaatkan berbagai gerakan untuk menyerang kebijakan pemerintah," katanya.


Meski demikian, Abu Salim mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar. Ia menekankan pentingnya mengedepankan data, fakta, dan kepentingan rakyat dalam menilai suatu program.


Dalam kajiannya, program MBG dinilai memiliki tujuan strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Ketersediaan makanan bergizi bagi anak-anak sekolah diyakini dapat membantu menurunkan angka stunting, meningkatkan kesehatan, serta mendukung kemampuan belajar generasi muda.


"Yang harus menjadi fokus kita adalah memastikan program ini berjalan bersih, tepat sasaran, dan bebas dari korupsi. Jangan sampai anak-anak yang membutuhkan justru menjadi korban karena pertentangan politik atau kepentingan kelompok tertentu," ujarnya.


Abu Salim juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengawasi pelaksanaan program MBG agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh rakyat.


"Kita dukung program yang baik untuk rakyat. Jika ada penyimpangan, kita lawan penyimpangannya. Jika ada korupsi, kita minta aparat bertindak tegas. Namun jangan sampai program yang bertujuan membantu anak-anak Indonesia dihentikan hanya karena ulah segelintir oknum," pungkasnya.


Ia berharap masyarakat tetap menjaga persatuan dan mendukung berbagai program pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat serta memperkuat masa depan generasi Indonesia.



(Eko/GW/Red) 


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar