BREAKING NEWS

Fatayat NU Babat Resmi Dilantik, Umi Nur Faridah Tekankan Marwah, Amanah, dan Kerja Tuntas

Fatayat NU Babat Resmi Dilantik, Umi Nur Faridah Tekankan Marwah, Amanah, dan Kerja Tuntas. 


LAMONGAN – gudang-warta.com – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Babat masa khidmat 2026–2031 resmi dilantik di Arroudloh Convention Hall MWC NU Maduran, Lamongan, Ahad (27/9/2026).


Pelantikan kepengurusan yang dipimpin Umi Nur Faridah tersebut tidak hanya menjadi momentum pergantian kepemimpinan, tetapi juga menandai arah baru Fatayat NU Babat untuk lima tahun ke depan: memperkuat organisasi, memberdayakan perempuan, membangun kemandirian ekonomi, memperluas kaderisasi hingga tingkat ranting, serta menghadirkan kerja nyata yang berdampak bagi masyarakat.


Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara, Ketua PW Fatayat NU Jawa Timur Siti Maulidah, Sekretaris PCNU Babat Heru Murdianto, serta jajaran pengurus NU dan Fatayat.


Turut hadir empat anggota DPRD Lamongan, yakni Wakil Ketua DPRD Lamongan dari Fraksi Partai Gerindra Imam Fadli, Mudzakir dari Fraksi Partai Golkar, A. Fathoni dari Fraksi Partai Golkar, dan Bachrudin Alifian Arzaq dari Fraksi Partai Demokrat.


Hadir pula Camat Maduran Ahmad Anwar Rusdi beserta jajaran Forkopimcam Maduran, serta sejumlah undangan lainnya.


Kehadiran unsur eksekutif, legislatif, pemerintahan kecamatan, dan jajaran organisasi NU tersebut menjadi bagian penting dari semangat kolaborasi yang ditekankan dalam pelantikan. Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara secara khusus mendorong agar program PC Fatayat NU Babat selama masa khidmat 2026–2031 terus bersinergi dengan program PCNU Babat dan Pemerintah Kabupaten Lamongan.


Dirham menyebut Fatayat NU telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat fondasi sosial masyarakat, terutama dari basis paling kecil. Karena itu, sinergi tersebut diharapkan semakin diperkuat untuk mendukung pemberdayaan perempuan, ketahanan keluarga, dan pembangunan sumber daya manusia.


"Sejauh Fatayat telah menjadi mitra strategis pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, khususnya di Kabupaten Lamongan, dalam menguatkan fondasi sosial masyarakat terutama dari basis yang terkecil," kata Dirham.


Sementara itu, Sekretaris PCNU Babat Heru Murdianto juga menekankan pentingnya sinergi Fatayat dengan PCNU. Menurutnya, sebagai salah satu badan otonom NU, Fatayat merupakan bagian dari kekuatan organisasi yang harus terus diperkuat melalui kerja bersama dan kolaborasi.


"Semakin kita kuat bersinergi, semakin kita kuat berkolaborasi, maka khidmah kita di Nahdlatul Ulama akan semakin barokah dan semakin maslahat untuk semuanya," ujar Heru.


Pelantikan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi PC Fatayat NU Babat untuk memulai masa khidmat baru dengan agenda organisasi yang lebih konkret dan terukur.


Ketua PC Fatayat NU Babat Umi Nur Faridah mengatakan, kepemimpinan di Fatayat bukanlah jabatan untuk mencari popularitas, melainkan amanah untuk berkhidmah.


"Jabatan di Fatayat ini bukan jabatan untuk mencari popularitas. Di Fatayat ini jabatannya adalah untuk berkhidmah. Siapa yang paling banyak melayani, dialah yang paling mulia," tegas Umi.


Umi membawa tema lima tahun kepengurusannya, yakni menjaga marwah dan menjaga amanah, dengan tiga kunci kerja: G (Guyup), K (Kompak), dan T (Tuntas).


Sementara itu, Ketua PW Fatayat NU Jawa Timur Siti Maulidah menekankan bahwa ukuran keberhasilan pengurus bukan terletak pada jabatan yang disandang, tetapi pada kontribusi yang diberikan kepada organisasi dan masyarakat.


"Jangan bilang hari ini apa sih saya ini pengurus apa, tapi apa yang bisa kita berikan untuk Fatayat, apa yang bisa kita lakukan untuk masyarakat," ujar Siti.


Ia juga mengingatkan bahwa kekuatan Fatayat berada pada gerakan akar rumput. Karena itu, penguatan PAC dan ranting menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi.


"Setinggi apa pun kita, tanpa ranting itu kita tidak akan ada artinya. Karena gerakan potensi yang ada di Fatayat ini adalah potensi-potensi yang bergerak dari akar rumput," tandasnya.


Dengan dukungan berbagai unsur tersebut, PC Fatayat NU Babat masa khidmat 2026–2031 diharapkan mampu menjalankan agenda pemberdayaan perempuan, penguatan kaderisasi, kemandirian ekonomi, literasi digital, kesehatan, serta penguatan organisasi hingga tingkat ranting.


Lima tahun ke depan menjadi ruang bagi kepengurusan baru untuk membuktikan bahwa Fatayat NU Babat bukan hanya kuat secara struktur, tetapi juga mampu hadir secara nyata dan memberikan manfaat bagi NU, keluarga, dan masyarakat.



(Iswanto/GW/Red)


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar