BREAKING NEWS

Manfaatkan AI untuk Melestarikan Cerita Rakyat Indonesia–Vietnam melalui Buku Cerita Tiga Bahasa

Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) dalam memperkuat kolaborasi akademik internasional diwujudkan melalui kegiatan dosen tamu (Guest Lecture) di University of Social Sciences and Humanities – Vietnam National University Ho Chi Minh City (USSH-VNUHCM), Vietnam. 

 

Oleh: Dr. Betty Yulia Wulansari, M.Pd.


Ho Chi Minh City, Vietnam, 21–24 September 2026 — Komitmen Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) dalam memperkuat kolaborasi akademik internasional diwujudkan melalui kegiatan dosen tamu (Guest Lecture) di University of Social Sciences and Humanities – Vietnam National University Ho Chi Minh City (USSH-VNUHCM), Vietnam. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas pertukaran pengetahuan, mengembangkan inovasi pembelajaran, serta memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).


Kegiatan yang dilaksanakan pada 21–24 September 2026 ini menghadirkan Dr. Betty Yulia Wulansari, M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) Universitas Muhammadiyah Ponorogo, dalam kegiatan akademik bertema pemanfaatan AI untuk melestarikan cerita rakyat Indonesia dan Vietnam. Melalui kegiatan ini, teknologi digital diposisikan tidak hanya sebagai sarana inovasi pendidikan, tetapi juga sebagai media untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya lokal agar tetap dikenal dan relevan bagi generasi muda.


Salah satu program yang dikembangkan adalah Program AI Cerita Rakyat, yaitu inisiatif yang mengintegrasikan teknologi AI dengan pengembangan cerita, ilustrasi digital, literasi anak, dan pengenalan budaya. Program ini mengeksplorasi bagaimana teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses kreatif dalam mengembangkan media cerita anak yang menarik, komunikatif, dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran anak usia dini.


Sebagai salah satu luaran program, dikembangkan buku cerita rakyat dalam tiga bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Vietnam. Buku tersebut mengangkat dua cerita rakyat dari Indonesia dan Vietnam, yakni Timun Mas dan Legenda Danau Hoan Kiem. Kedua cerita ini dipilih untuk memperkenalkan kekayaan tradisi dan nilai-nilai budaya dari masing-masing negara melalui media yang dapat menjangkau pembaca lintas bahasa dan budaya.


Cerita Timun Mas merupakan salah satu cerita rakyat Indonesia yang dikenal melalui kisah perjuangan seorang anak dalam menghadapi berbagai tantangan. Cerita ini dapat menjadi sarana untuk mengenalkan nilai keberanian, ketangguhan, kecerdikan, dan perjuangan kepada anak-anak. Sementara itu, Legenda Danau Hoan Kiem merupakan cerita rakyat Vietnam yang berkaitan dengan sejarah dan identitas budaya masyarakatnya. Cerita tersebut membuka kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal tradisi Vietnam sekaligus memahami bahwa setiap bangsa memiliki cerita, simbol, dan warisan budaya yang berharga.


Pengembangan buku dalam tiga bahasa menjadi salah satu aspek penting dari kegiatan ini. Selain memperkenalkan cerita rakyat kepada pembaca yang lebih luas, penyajian multibahasa dapat mendukung pengenalan bahasa, pengembangan kosakata, penguatan literasi, dan pembelajaran lintas budaya. Bagi pendidikan anak usia dini, cerita rakyat dapat menjadi media pembelajaran yang menghubungkan bahasa, seni, imajinasi, nilai moral, dan identitas budaya dalam pengalaman belajar yang menyenangkan.


Dalam proses pengembangan media, teknologi AI berpotensi membantu eksplorasi ide cerita dan pembuatan ilustrasi yang mendukung pemahaman anak. Ilustrasi yang menarik dapat membantu anak membayangkan tokoh, latar, dan rangkaian peristiwa dalam cerita. Meskipun demikian, pemanfaatan AI tetap memerlukan peran manusia dalam memeriksa ketepatan isi, menjaga keaslian unsur budaya, menyesuaikan bahasa dengan tahap perkembangan anak, serta memastikan bahwa hasil akhirnya tidak menghilangkan makna dan nilai penting dari cerita asli.


Kegiatan dosen tamu ini juga menjadi ruang pertukaran wawasan akademik mengenai hubungan antara teknologi, seni, pendidikan, dan pelestarian budaya. Melalui interaksi akademik di lingkungan USSH-VNUHCM, pengembangan media cerita rakyat berbantuan AI dapat menjadi bahan diskusi untuk mengeksplorasi pendekatan pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, dan sesuai dengan tantangan pendidikan di era digital.


Bagi Universitas Muhammadiyah Ponorogo, keterlibatan dosen dalam kegiatan akademik internasional merupakan peluang untuk memperluas jejaring kerja sama, meningkatkan visibilitas institusi, serta memperkaya perspektif dalam pengembangan pendidikan yang berwawasan global. Kolaborasi Indonesia–Vietnam juga memperlihatkan bahwa kekayaan budaya lokal dapat menjadi titik temu untuk membangun komunikasi dan pemahaman antarbangsa.


Melalui Program AI Cerita Rakyat, Dr. Betty Yulia Wulansari, M.Pd. mendorong pemanfaatan teknologi secara kreatif dan bertanggung jawab dalam menghadirkan warisan budaya kepada generasi masa kini. Inisiatif pengembangan buku cerita tiga bahasa ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pendidik, akademisi, dan pengembang media pembelajaran untuk terus mengeksplorasi potensi teknologi AI dalam mendukung literasi anak, pendidikan multibahasa, serta pelestarian cerita rakyat.


Pada akhirnya, pelestarian budaya tidak hanya berarti menjaga cerita dari masa lalu, tetapi juga menemukan cara baru agar cerita tersebut terus dibaca, dipahami, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Melalui sinergi antara pendidikan, teknologi AI, dan kolaborasi internasional, cerita rakyat Indonesia dan Vietnam berpeluang menjangkau pembaca yang lebih luas sekaligus memperkuat penghargaan terhadap keberagaman budaya dunia.



(Eko/GW/Red) 


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar