BREAKING NEWS

Menikmati Ngopi Nyeni "Mbak Ita Ndut" Pinggir Sawah Tamanan Kauman, Berlatar Senja Pedesaan yang Estetik di Ponorogo

Angkringan unik Ngopi Nyeni "Mbak Ita Ndut" Pinggir Sawah Tamanan yang berlokasi di Dukuh Tamanan, Desa Kauman, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

 

PONOROGO - gudang-warta.com - Suasana nongkrong sore hari kini semakin menarik di sebuah angkringan unik bernama Ngopi Nyeni "Mbak Ita Ndut" Pinggir Sawah Tamanan yang berlokasi di Dukuh Tamanan, Desa Kauman, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.


Konsepnya yang sederhana namun memikat para penikmat kopi, yakni menikmati kopi sambil menyaksikan keindahan alam pedesaan dengan latar pemandangan sawah luas dengan hamparan tanaman padi yang menghijau dan panorama indah saat matahari terbenam.


Ita Ndut (34) pemilik angkringan Ngopi Nyeni Pinggir Sawah Tamanan, Desa Kauman, Ponorogo. 


Ita Ndut (34) sapaan akrab, pemilik angkringan Ngopi Nyeni Pinggir Sawah Tamanan yang rumahnya tidak jauh dari lokasi usahanya tersebut menjadi sosok di balik ide kreatif ini. Ia berinisiatif membuka tempat nongkrong yang nyaman, santai, serta dekat dengan alam pedesaan sambil menikmati kopi.


“Saya melihat potensi dan lokasi di desa ini, serta ingin menciptakan tempat bagi semua kalangan usia, khususnya anak muda untuk berkumpul, menikmati sore, sambil menyeruput kopi,” ujar Ita Ndut kepada gudang-warta.com, Rabu sore, (7/10/2026).


Sejak dibuka sekitar 2 (Dua) bulan lebih, angkringan ini menjadi magnet bagi anak muda dari berbagai Kecamatan di sekitar Ponorogo. Tak hanya menyajikan kopi, tempat ini juga menyediakan makanan, gorengan, serta menu nasi bungkus (nasi Kucing) dan minuman sachet, minuman panas maupun dingin dengan rasa nikmat, harga merakyat.


Selain dari kenyamanan tempat dan pemandangannya, angkringan ini juga memiliki daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Kombinasi antara keramahan Ita Ndut selaku pemilik dan kecekatan Mbak Untari (U'un) menciptakan suasana yang hangat, akrab, dan membuat pelanggan merasa nyaman. Pelayanan yang penuh senyum dan bersahabat seperti ini sering kali menjadi kunci utama yang membuat sebuah angkringan selalu ramai dan memiliki banyak pelanggan setia.


Ditambah suasana khas pedesaan yang ditawarkan menjadi daya tarik utama. Hamparan sawah hijau yang berubah menjadi jingga saat matahari terbenam menciptakan pengalaman nongkrong yang berbeda. Di angkringan ini sering beberapa anak muda membuat konten media sosial melalui berfoto selfi.


Kecekatan pelayanan Mbak Untari (U'un) menciptakan suasana yang hangat, akrab, dan membuat pelanggan merasa nyaman.


Keberadaan Ngopi Nyeni "Mbak Ita Ndut" Pinggir Sawah Tamanan ini juga mendapat dukungan dari pemerintah desa setempat. Hal tersebut terlihat dengan adanya bangunan Gapura klasik nan kokoh yang baru selesai pembangunannya. Menambah keelokan tempat tersebut untuk dijadikan lokasi wisata desa, melalui wisata kuliner guna meningkatkan ekonomi lokal. Adanya angkringan ini juga turut menghidupkan suasana di sekitar jalan persawahan Tamanan yang sebelumnya sepi menjadi ramai.


“Alhamdulillah, berkat dukungan teman-teman dan masyarakat, tempat ini bisa ramai. Kami buka mulai Pukul 16.00 WIB (4 sore) hingga malam,” tambah Ita Ndut.


Uniknya, di lokasi angkringan tersebut juga terdapat ornamen atau ikon kebudayaan lokal, yakni sebuah patung menyerupai orang dengan duduk bersila dan berpakaian muslim (memakai baju putih, mengenakan sarung dan berpeci) sambil menengadahkan kedua tangan mengisyaratkan sedang berdo'a, memaknai simbol rasa syukur dan do'a keberkahan.


"Semoga mengisyaratkan do'a keberkahan, agar tempat usaha ini selalu diberkahi, membawa rezeki yang halal, dan mengundang ketenangan bagi pengunjung," harap Ita Ndut.


Tampak terpampang kreasi kata-kata menambah keindahan disekitar area angkringan Ngopi Nyeni "Mbak Ita Ndut" Pinggir Sawah Tamanan. 


Angkringan Ngopi Nyeni "Mbak Ita Ndut" Pinggir Sawah Tamanan menjadi tempat ideal bagi siapa saja yang ingin melepas penat setelah seharian beraktivitas. Konsep tempat duduknya pun dengan lesehan atau dibalai bambu yang nyaman.


Menikmati angin sepoi-sepoi dari sawah sambil menyeruput Kopi panas, Es Teh dan mencicipi Nasi Bungkus serta makanan gorengan menjadikan pengalaman ini semakin istimewa. Tak heran, banyak pengunjung yang tak ragu merekam momen mereka di sini dan membagikannya ke media sosial. 


Dengan konsep unik dan suasana yang menenangkan serta menyenangkan, Ngopi Nyeni Mbak Ita Ndut Pinggir Sawah Tamanan bukan sekadar angkringan, melainkan sebuah pengalaman baru dalam menikmati keindahan alam desa.


Adanya patung tersebut juga mempertegas identitas religiusitas lokal yang melekat erat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.


Jadi, jika ingin mencari tempat nongkrong yang berbeda, tempat ini wajib masuk dalam daftar kunjungan Anda.



(Eko/GW/Red) 


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar