BREAKING NEWS

Warga Kunti Bungkal Sorot Proyek Irigasi P3-TGAI, Pengurus HIPPA Tani Mulyo dan Kades Berikan Klarifikasi

Proyek pembangunan irigasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) dikelola oleh Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Tani Mulyo Desa Kunti, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur


PONOROGO - gudang-warta.com - Proyek pembangunan irigasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang dikelola oleh Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Tani Mulyo Desa Kunti, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, di sorot warga.


Pasalnya, warga yang enggan disebutkan namanya tersebut menduga bahwa proyek irigasi pertanian senilai Rp.195 Juta yang bersumber dari Kementrian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Tahun Anggaran 2025 dikerjakan asal-asalan dengan kualitas buruk.


"Terbukti dari hasil pembangunan saluran irigasi yang baru selesai dikerjakan sekitar kurang lebih 1-2 bulanan tersebut banyak terdapat keretakan hingga ambrol mengelupas akibat hujan deras yang mengguyur wilayah setempat pekan lalu, membuktikan bahwasanya kualitas pengerjaannya memang jelek," Ucapnya.


Prasasti pembangunan irigasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Desa Kunti, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo.


Selain kualitas hasil pengerjaannya yang buruk, warga tersebut juga menyebutkan bahwasanya Proyek Padat Karya Tunai (PKT) dengan manfaat untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat miskin dan rentan melalui pembangunan infrastruktur desa dengan mengutamakan tenaga kerja lokal dari Desa Kunti tersebut justru diduga dikerjakan melalui CV atau Kontraktor.


"Kami juga menduga adanya pekerja fiktif berdasarkan pengakuan dari beberapa warga yang dimintai KTP namun tidak dipekerjakan pada proyek tersebut," ungkapnya.


Menanggapi hal tersebut, Sugeng, Ketua HIPPA Tani Mulyo Desa Kunti mengatakan, bahwa pekerjaan P3-TGAI telah dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku.


Sugeng mengaku tidak mengetahui adanya dugaan pekerja fiktif maupun isu proyek dipihak ketiga kan. Sugeng juga menyampaikan bahwa setelah proyek selesai, dirinya sempat jatuh sakit sehingga tidak terlibat langsung dalam aktivitas lanjutan di lapangan.


Sementara itu, saat dikonfirmasi awak media pada Rabu (14/1/2026), Kepala Desa Kunti, Kartono menegaskan, bahwasanya pekerjaan P3TGAI sepenuhnya dikerjakan dan dikelola oleh pengurus HIPPA Tani Mulyo Desa Kunti. 


Ia memastikan bahwa pihak pemerintah desa tidak ikut campur dalam pelaksanaan proyek tersebut. Terkait isu pengerjaan proyek dipihak ketigakan, Kartono dengan tegas membantahnya.


Hal senada juga disampaikan Tejo, selaku Bendahara HIPPA Tani Mulyo Desa Kunti, bahwa pembangunan P3-TGAI tersebut telah dilaksanakan sesuai prosedur dan didampingi oleh para pendamping yang profesional. Mengenai adanya keretakan bangunan, Tejo mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan perbaikan.


“Terkait dugaan pekerja fiktif itu tidak benar. Memang ada tukang yang diambil dari luar desa karena banyak warga yang sedang sibuk menggarap sawah, namun para pekerja sebagian berasal dari Desa Kunti,” tandasnya.



(Eko/GW/Red) 


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar