BREAKING NEWS

Ketua Garda Satu Jatim Dukung Aksi Penolakan Tambang Galian C di Banyuwangi

Garda Satu Jatim menyatakan dukungan penuh terhadap aksi penolakan penambangan dan galian C di wilayah Banyuwangi. 


BANYUWANGI – gudang-warta.com – Ketua Garda Satu Jawa Timur, Badrul Aini, menyatakan dukungan penuh terhadap aksi penolakan penambangan dan galian C di wilayah Banyuwangi. Sikap ini muncul menyusul meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap dampak lingkungan, serta adanya korban jiwa yang diduga berkaitan dengan aktivitas tambang yang tidak dikelola secara bertanggung jawab.


Dalam keterangannya, Badrul Aini menegaskan bahwasanya, permasalahan utama terletak pada bekas tambang yang tidak dilakukan reklamasi dengan baik. Kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan warga sekitar, serta merusak lingkungan dalam jangka panjang.


“Sudah terjadi korban jiwa akibat dampak penambangan di Banyuwangi. Ini tidak bisa dianggap sepele. Bekas tambang yang dibiarkan tanpa reklamasi menjadi ancaman nyata bagi masyarakat,” ujar Badrul Aini, Ketua Garda Satu Jawa Timur, Senin (4/5/2026).


Ia juga menegaskan komitmennya untuk mengawal kasus ini hingga tuntas. Garda Satu Jawa Timur, menurutnya, akan terus mendorong penegakan hukum serta meminta pihak terkait bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan.


“Kami akan mengawal kasus ini sampai selesai. Tidak boleh ada pembiaran, apalagi jika ini menyangkut keselamatan masyarakat dan kerusakan lingkungan,” tegasnya.


Lebih lanjut, Badrul Aini menyampaikan apresiasi kepada rekan-rekan Garda Satu Banyuwangi yang dinilai konsisten dan intens dalam mengawal berbagai isu yang menjadi perhatian masyarakat, khususnya terkait lingkungan hidup.


“Kami mengapresiasi teman-teman Garda Satu Banyuwangi yang terus bergerak mengawal isu-isu penting di tengah masyarakat. Ini adalah bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan dan keselamatan warga,” tambahnya.


Di sisi lain, beredar informasi di masyarakat bahwa lokasi bekas tambang di Banyuwangi tersebut diduga terkait dengan oknum pejabat politik setempat. Meski demikian, Garda Satu menegaskan pentingnya pembuktian secara hukum dan meminta aparat berwenang untuk melakukan penyelidikan secara transparan dan profesional.


Kasus ini kini menjadi perhatian publik, terutama terkait pengelolaan tambang yang berkelanjutan dan tanggung jawab terhadap dampak lingkungan. Garda Satu berharap, kejadian ini menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola pertambangan di daerah, agar tidak lagi menimbulkan korban dan kerusakan di masa mendatang.



(Guf/GW/Red) 


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar