BREAKING NEWS

Meriah, Parade Budaya Bersih Desa Tajug dan Haul K.R.M.A Merto Negoro Ke 169 Dihadiri Stafsus Kemendesa PDTT RI

Ahmad Imam Syukri, SH, M.Hum, Stafsus Kemendesa PDTT RI tandai pelepasan balon merah putih dan berangkatkan peserta dari Dukuh Bakalan menuju rumah Jemiyo, Kepala Desa Tajug, Rabu (9/8/2023).




PONOROGO - gudang-warta.com - Pemerintah Desa Tajug, Kecamatan Siman bersama seluruh unsur masyarakat menggelar Parade budaya yang dikemas dalam acara Bersih Desa, sekaligus Haul K.R.M.A Merto Negoro ke-169 dan menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI ke-78 Tahun, Rabu (9/8/2023).



Organisasi pencak silat PSHW Tunas Muda, PSHT dan IKS-PI turut jaga kekompakan dalam semarakkan Bersih Desa Tajug.


Kegiatan Parade budaya Desa Tajug bertambah meriah dengan kehadiran dari Staff Khusus Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Ahmad Imam Syukri, SH, M.Hum, dengan ditandai pelepasan balon merah putih dan memberangkatkan peserta dari Dukuh Bakalan menuju rumah Jemiyo, Kepala Desa Tajug, serta dihadiri oleh Camat Siman, Setya Antari, S.Sos, Kapolsek Siman, AKP Nanang Budianto, SH, Danramil Siman, Kapten Inf Usman Efendi, Ketua Panitia Bersih Desa Tajug, Tohirin, perangkat desa, BPD, ibu-ibu PKK Desa Tajug, Karang taruna, tokoh masyarakat, RT/RW, organisasi pencak silat PSHW Tunas Muda, PSHT dan IKS-PI serta ribuan warga yang menonton memadati disepanjang jalan yang dilalui.



Jemiyo, Kepala Desa Tajug.


Pada kesempatan tersebut, Jemiyo, Kepala Desa Tajug mengucapkan selamat datang kepada Ahmad Imam Syukri, SH, M.Hum, Staff Khusus Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi serta para undangan di acara Parade Budaya dalam Bersih Desa Tajug.



Jemiyo, Kepala Desa Tajug berikan pakaian Warok Ponorogo kepada Ahmad Imam Syukri, SH, M.Hum, Staff Khusus Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.


Jemiyo pun menyebut bahwasanya, kehadiran dari Stafsus Kemendesa PDTT ini menjadi kebanggaan tersendiri dan menjadi acuan bahwa Desa Tajug mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki oleh desa-desa lainnya, yakni adanya makam K.R.M.A Merto Negoro, Bupati Kota Tengah pertama.



Parade Budaya Bersih Desa Tajug berjalan lancar dan sukses.


"Selamat datang di acara Bersih Desa Tajug ini, semoga dengan kehadiran Stafsus Kemendesa PDTT membawa keberkahan bagi masyarakat dan Desa Tajug tercatat teratas di Kemendesa PDTT serta menjadi contoh untuk kemajuan Indonesia, khususnya di Kabupaten Ponorogo," Sebutnya.



Ahmad Imam Syukri, SH, M.Hum, Staff Khusus Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.


Berkesempatan memberikan sambutan, Ahmad Imam Syukri, SH, M.Hum, Staff Khusus Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi sangat terkesan dengan kegiatan yang digelar oleh Pemerintah Desa Tajug yang masih menguri-uri budaya lokal. Apalagi Desa Tajug mempunyai cerita Bupati pertama Ponorogo dengan memperingati Haul K.R.M.A Merto Negoro ke-169.



Parade budaya kendaraan hias semarakkan Bersih Desa Tajug.


"Saya sangat terkesan dengan Desa Tajug yang luar biasa ini. Dibawah kendali Kepala Desa Jemiyo acara berjalan lancar dan meriah. Seperti yang tercantum dalam Undang-undang Desa,  bahwa Desa Tajug inilah bisa dikatakan Desa yang paling sempurna. Pembangunannya ada, fisiknya ada, pembangunan SDM nya ada, juga kelestarian kesenian dan budaya lokalnya juga ada," Sebutnya.



Kesenian Reog Ponorogo turut tampil dalam Parade budaya Bersih Desa Tajug.


Ahmad Imam Syukri menambahkan, bahwa seperti yang dikatakan bapak Menteri Kemendesa, bahwasanya kebudayaan lokal harus di hidupkan, karena pembangunan tanpa adanya budaya akan kering, pembangunan tanpa adanya kesenian akan hampa.



Kreativitas masyarakat Desa Tajug ikut ramaikan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-78 tahun.


"Inti daripada pembangunan adalah membahagiakan dan mensejahterakan warganya. Kami akan membantu apapun untuk kemajuan Desa Tajug kedepan. Mari kita bersama-sama mendo'akan agar acara Bersih Desa Tajug dan Haul K.R.M.A Merto Negoro ke-169, sekaligus memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-78 ini berjalan sukses dan kesejahteraan warga Desa Tajug semakin meningkat," Imbuhnya.



Tohirin, Ketua Panitia Bersih Desa Tajug.


Sementara itu, ditemui usai kegiatan Parade Budaya, Tohirin, Ketua Panitia Bersih Desa Tajug menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh unsur dan masyarakat Desa Tajug yang sudah ikut berpartisipasi dalam memeriahkan acara Bersih Desa ini.



Lembaga Pendidikan SDN 2 Tajug unjuk diri dalam Parade budaya bersih Desa Tajug.


"Tujuan digelarnya Bersih Desa, Haul K.R.M.A Merto Negoro ke-169 dan memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-78 ini adalah sebagai wujud syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus sebagai ajang silaturahmi antar warga Desa Tajug dengan mengedepankan guyub rukun, ayem tentrem, gemah ripah loh jinawi," Ungkapnya.



Parade budaya mobil hias dari RT pun ikut ramaikan gelaran Haul K.R.M.A Mertonegoro ke-169 tahun.


Tohirin yang juga menjabat sebagai Kasi Pelayanan dan Kesejahteraan Desa Tajug pun menjelaskan, bahwa rangkaian acara Bersih Desa Tajug tersebut sudah dilakukan mulai tanggal 1 Juli - 10 Agustus 2023 dengan Lomba Lingkungan Tangguh dan Semarak Agustusan, dilanjutkan dengan Jamasan pusaka dan Langsi di Gedong Makam K.R.M.A Mertonegoro, Pameran UMKM di Dukuh Krajan, Parade Budaya Semarak Haul K.R.M.A Mertonegoro dan Grebeg Suro di sepanjang Jalan Halim Perdana Kusuma, kemudian malam harinya digelar Pengajian Umum Bersama KH. Marjuki Mustamar, Ketua PWNU Jawa Timur dan Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek Blitar di kawasan wisata religi K.R.M.A Mertonegoro di Dukuh Krajan, Do'a Sapu Jagad dan Tasyakuran di Balai Desa Tajug dan puncak rangkaian acara pada 17 Agustus 2023 diadakannya Upacara Bendera peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-78 di Balai Desa Tajug.



Parade budaya bersih Desa Tajug juga diikuti dari tokoh masyarakat dan seluruh elemen yang ada di Desa Tajug.


"Semoga melalui kegiatan Bersih Desa Tajug ini bisa mendapatkan manfaat dan keberkahan dan rezeki bagi masyarakat, utamanya kepada para pedagang, pelaku Usaha UMKM Desa Tajug dengan penghasilan dan perekonomian yang meningkat. Juga tidak kalah pentingnya yaitu membangun kekompakan dan guyub rukun untuk bersama-sama dalam memajukan Desa Tajug dengan slogan "Saiyeg Saeko Proyo Mbangun Deso, Holopis Kuntul Baris" yang artinya Bersatu membangun Desa untuk menuju Kemakmuran dan kesejahteraan," Pungkasnya. (Eko Setiyo Budi/GW/Red)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar