BREAKING NEWS

Langkah Garda Satu Kaltim Siapkan SDM Sambut IKN, Generasi Milenial dan Gen Z Jangan Hanya Jadi Penonton

Subhan Noor, Ketua Garda Satu Kaltim.

 

SAMARINDA – gudang-warta.com – Pembangunan IKN Nusantara terus melaju, namun kesiapan SDM lokal Kalimantan Timur—khususnya generasi milenial dan Gen Z—dalam menghadapi tuntutan pendidikan vokasi dan digitalisasi mulai menjadi perhatian serius.


Bagi Garda Satu Kalimantan Timur di bawah kepemimpinan Subhan Noor, perubahan ini bukan sekadar soal perpindahan pusat pemerintahan. Lebih dari itu, IKN adalah titik balik yang akan mengubah wajah sosial, ekonomi, hingga budaya masyarakat Kalimantan—terutama di Kalimantan Timur sebagai episentrum perubahan. 


Di balik optimisme itu, terselip satu kekhawatiran yang cukup nyata: apakah masyarakat lokal akan menjadi tuan rumah yang aktif, atau justru sekadar penonton di tanah sendiri?


“Momentum IKN harus disambut dengan kesiapan masyarakat lokal, khususnya para pemuda Milenial & genZ, agar tidak menjadi penonton di tanah sendiri, tetapi tampil sebagai pelaku utama pembangunan,” tegas Subhan Noor.


Pernyataan itu bukan sekadar seruan, melainkan alarm bagi semua pihak bahwa tantangan terbesar bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi membangun manusia yang siap mengisinya.


Menurut Subhan Noor, fondasi utama dalam menghadapi era IKN terletak pada kualitas sumber daya manusia. Ia menilai, tanpa SDM yang unggul, peluang besar yang hadir justru bisa berubah menjadi ancaman ketertinggalan. 


Fokusnya jelas: pendidikan yang relevan, keterampilan yang sesuai kebutuhan industri masa depan, serta daya saing yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan global.


Garda Satu Kaltim pun menyatakan kesiapannya untuk tidak hanya menjadi pengamat. Organisasi ini membuka diri untuk bermitra dengan pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota se-Kalimantan, guna memastikan persiapan SDM lokal menjadi prioritas utama menuju tahun 2028.


Langkah-langkah konkret mulai disusun. Mulai dari mendorong peningkatan akses dan kualitas pendidikan, hingga memastikan kurikulum yang ada selaras dengan kebutuhan industri masa depan.


Tak berhenti di situ, pelatihan vokasi dan sertifikasi kompetensi bagi generasi muda juga menjadi fokus penting. Tujuannya sederhana namun krusial, yakni memastikan anak-anak muda Kalimantan tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap bersaing.


Di sisi lain, penguatan kewirausahaan berbasis kearifan lokal juga digagas sebagai strategi agar masyarakat tidak kehilangan identitas di tengah modernisasi. Justru, budaya lokal diharapkan menjadi kekuatan ekonomi baru yang berdaya saing.


“Yang tak kalah penting, kemampuan di bidang teknologi dan digital informasi kini menjadi senjata wajib. Di era ekonomi modern, siapa yang menguasai teknologi, dialah yang akan memimpin,” tandasnya.



(Guf/GW/Red) 


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar