Kasek SMA Pemberdayaan Bangsa Ponorogo Berikan Klarifikasi Isu Penahanan Ijasah dan Pengambilan Dana PIP
PONOROGO - gudang-warta.com - Plt. Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Pemberdayaan Bangsa (PB), Kartono, S.Pd., M.MPd memberikan klarifikasi dan menjawab isu dari unggahan di media sosial terkait kesalahpahaman pengambilan dan penggunaan dana PIP.
"PIP diambil oleh anak-anak sendiri ke Bank BNI Cabang Pembantu Balong yang didampingi oleh beberapa bapak ibu guru. Dikarenakan jarak jauh dan anak belum punya SIM maka sekolah berinisiatif dengan menggunakan transportasi sewa ELF. Dikarenakan tahun kemarin, anak mengambil sendiri menggunakan motor ada yang kecelakaan dan tidak bisa masuk sekolah beberapa minggu." ucap Kartono, Kepala SMA Pemberdayaan Bangsa yang berada di Desa Baosan Kidul, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, kepada media gudang-warta.com, Jum'at (16/1/2026).
Kasek Kartono menambahkan bahwasanya, setelah pulang, dana PIP anak-anak sebagian dititipkan kepada pendamping untuk pembayaran sesuai kesepakatan wali murid atau rapat pleno, jika mendapat bantuan PIP, digunakan untuk membayar seragam dan SPP, sesuai notulen rapat pleno wali murid dan bukti rapat pleno juga ada.
"Dengan dititipi itu, sekolah akan segera mengundang wali murid untuk membuat kesepakatan ulang tentang penggunaan PIP yang sebagian dititipkan pendamping," jelasnya.
Menurut Kasek Kartono, sudah bertahun-tahun lamanya, SMA Pemberdayaan Bangsa tidak menarik iuran. Dengan kesalahpahaman salah satu orang tua tersebut yang mengupload di media sosial, maka pihak sekolah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.
"Dengan ini, uang PIP yang dititipkan kepada pendamping, semuanya sudah kami kembalikan kepada anak, yang disaksikan oleh semua guru, Tokoh Masyarakat, kepala Desa Baosan Kidul, Dzulhijah Fajar," terangnya.
Pihaknya pun meminta maaf, khususnya kepada wali murid, karena belum adanya waktu untuk rapat ulang, uang yang dititipkan kepada pendamping sudah dikembalikan ke murid, walaupun sesuai keputusan rapat pleno, dana PIP sebagian dibuat bayar seragam dan SPP, selain itu untuk uang saku anak.
"Kami berterima kasih atas masukan, saran kepada semua pihak demi baiknya lembaga atau sekolah kami," ujarnya.
Kasek Kartono juga mengklarifikasi dengan adanya isu penahanan ijazah dan itu "tidak ada kata penahanan". Semua alumni yang lulus dilayani untuk mengambil ijazah, sebagian besar siswa sudah mengambil, adapun beberapa anak yang belum mengambil sudah diberitahukan untuk segera diambil melalui WhatsApp group alumni, adapun kendala yang belum mengambil sebagian anak kerja di luar kota sebelum terbit ijazah.
"Harapan kami, jawaban atas unggahan di media sosial yang dapat disampaikan ini, semoga menjadikan semua pihak memahami dengan harapan kesalahpahaman ini dapat terselesaikan dengan sebaik-baiknya," Pungkasnya.
(Eko/GW/Red)

