Pulau Paling Timur Jawa Timur Ini Buktikan MBG Bisa Sukses di Tengah Keterbatasan
![]() |
| Keberhasilan MBG di Sapeken menuai apresiasi dari Ust Atrawi, tokoh masyarakat kepulauan sekaligus wali murid. |
SAPEKEN, SUMENEP - gudang-warta.com - Di tengah keterbatasan akses, mahalnya harga bahan pokok, serta sulitnya transportasi laut, sebuah pulau terpencil di ujung timur Jawa Timur justru membuktikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat berjalan sukses.
Kecamatan Sapeken, wilayah kepulauan terluar Kabupaten Sumenep, Madura, menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukan alasan untuk gagal, meski pagu anggaran MBG disamakan dengan wilayah daratan.
![]() |
| Kecamatan Sapeken, wilayah kepulauan terluar Kabupaten Sumenep, Madura. |
Keberhasilan MBG di Sapeken menuai apresiasi dari Ust Atrawi, tokoh masyarakat kepulauan sekaligus wali murid. Ia mengaku heran sekaligus bangga, karena di tengah kondisi yang serba sulit—harga bahan mahal, pasokan sering langka, dan kapal yang hanya datang seminggu sekali—program MBG tetap berjalan lancar dengan kualitas menu yang dinilai tidak kalah dari wilayah perkotaan.
“Saya ikut bangga. Di Pulau Sapeken, program MBG bisa berjalan dengan baik. Menunya pun tidak kalah dengan MBG di daerah perkotaan. Ini prestasi yang luar biasa,” ujarnya.
Tokoh tersebut menegaskan, kondisi geografis Sapeken seharusnya menjadi tantangan besar. Hampir seluruh bahan makanan harus didatangkan dari daratan, sementara cuaca laut kerap membuat distribusi terhenti. Namun demikian, dapur MBG di Sapeken mampu menjaga kualitas dan keberlanjutan layanan bagi anak-anak sekolah.
Sebagai wali murid, ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas program MBG yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat kepulauan.
Apresiasi serupa disampaikan kepada GARDASATU yang dinilai ikut memfasilitasi hadirnya dapur MBG di Pulau Sapeken.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Prabowo dan GARDASATU yang telah membantu memfasilitasi adanya dapur MBG di pulau kami. Anak-anak bisa makan bergizi meski tinggal di wilayah terluar,” katanya.
Ia berharap keberhasilan MBG di Sapeken menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah pusat agar daerah kepulauan terpencil mendapatkan kebijakan yang lebih adil dan proporsional, terutama terkait pembiayaan.
“Kalau dengan kondisi seperti ini saja bisa sukses, ke depan seharusnya ada perlakuan khusus bagi pulau-pulau terpencil. Jangan sepenuhnya disamakan dengan wilayah daratan,” pungkasnya.
(Guf/GW/Red)


