BREAKING NEWS

Garda Satu Gelar Santunan dan Buka Puasa Bersama Anak Yatim, Ketum Cak Rohim Ingatkan Bahaya Fitnah dan Cinta Berlebihan

Garda Satu menggelar Santunan dan Buka Puasa Bersama Anak Yatim dan Piatu sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah / 2026 Masehi, bertempat di Hotel Bekizaar, Surabaya, pada Kamis (5/3/2026).

 

SURABAYA - gudang-warta.com - Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Garuda Sakti Bersatu (Garda Satu) menggelar Santunan dan Buka Puasa Bersama Anak Yatim dan Piatu yang dirangkai dengan pemberian santunan sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah / 2026 Masehi, bertempat di Hotel Bekizaar, Surabaya, pada Kamis (5/3/2026).


Ketua Umum Garda Satu, Abdul Rohim mengatakan, bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momen berbagi dengan anak-anak yatim, tetapi juga sebagai kesempatan memanjatkan do'a bersama untuk kebaikan bangsa Indonesia.


“Do'a anak-anak yatim adalah do'a yang tulus dan penuh harapan. Kami percaya do'a mereka sangat istimewa, apalagi dipanjatkan di bulan Ramadhan. Semoga doa terbaik dari mereka membawa keberkahan bagi bangsa dan seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Ketum Abdul Rohim yang akrab disapa Cak Rohim.


Lebih lanjut, Cak Rohim berharap, agar para pemimpin di pemerintahan mampu menjalankan amanah dengan adil, serta benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat. Menurutnya, komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat harus menjadi prioritas dalam setiap kebijakan.


Selain itu, Cak Rohim juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap dua hal yang dinilainya memiliki pengaruh besar dalam kehidupan manusia, yakni Fitnah dan Cinta yang berlebihan.


“Fitnah dan Cinta adalah dua hal yang sangat kuat pengaruhnya. Keduanya bisa mengubah manusia dari yang baik menjadi tidak baik, jika tidak disikapi dengan bijak. Karena itu, masyarakat harus mampu menjaga diri, menjaga hati dan tidak mudah terprovokasi,” tegasnya.


Cak Rohim pun menambahkan bahwasanya, dalam kehidupan sosial yang semakin kompleks, masyarakat perlu lebih bijak menyikapi informasi yang beredar, agar tidak mudah terjebak dalam provokasi yang dapat memecah belah persatuan.



(Eko/GW/Red) 


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar