Garda Satu Jatim Telah Kantongi Nama-Nama Oknum yang Diduga Terlibat Jual Beli Titik BGN dan Dapur MBG
![]() |
| Garda Satu Jatim Telah Kantongi Nama-Nama Oknum yang Diduga Terlibat Jual Beli Titik BGN dan Dapur MBG. |
SURABAYA – gudang-warta.com – GARDASATU Jawa Timur menyatakan telah mengantongi sejumlah nama yang diduga terlibat dalam praktik jual beli titik pelaksanaan program Badan Gizi Nasional (BGN) maupun titik dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul berkembangnya proses hukum terhadap mantan Kepala BGN dan mantan Wakil Kepala BGN yang saat ini tengah menjadi perhatian publik. GARDASATU Jatim menilai bahwa upaya penegakan hukum harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak berhenti pada pejabat tingkat pusat semata.
Ketua GARDASATU Jawa Timur, Badrul Aini, menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh langkah aparat penegak hukum dalam membongkar dugaan penyimpangan yang terjadi dalam pelaksanaan program-program di bawah BGN.
"Kami mendukung penuh proses hukum yang sedang berjalan. Namun kami berharap aparat tidak berhenti pada penangkapan pejabat tertentu saja. Jika memang ada dugaan jaringan yang bermain di lapangan, maka harus diusut sampai tuntas tanpa pandang bulu," tegas Badrul Aini kepada awak media, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, GARDASATU Jatim selama beberapa waktu terakhir menerima berbagai laporan, informasi, dan pengaduan dari masyarakat, calon mitra, pelaku usaha, serta pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG di berbagai daerah.
Dari informasi yang dihimpun tersebut, muncul dugaan adanya praktik percaloan, pengaturan titik, hingga jual beli titik dapur MBG yang nilainya diduga mencapai ratusan juta rupiah. Praktik semacam itu, apabila terbukti benar, dinilai sangat merugikan masyarakat dan mencederai tujuan utama program pemerintah.
"GARDASATU Jatim telah mengantongi sejumlah data dan nama-nama yang diduga mengetahui maupun terlibat dalam praktik tersebut. Kami siap memberikan informasi yang kami miliki kepada aparat penegak hukum apabila dibutuhkan dalam proses penyelidikan maupun penyidikan," ujar Badrul.
Ia menambahkan bahwa dugaan praktik tersebut tidak hanya merugikan negara, tetapi juga berpotensi menghambat masyarakat dan pelaku usaha yang ingin berpartisipasi secara sehat dalam program MBG.
"Kami menerima banyak keluhan dari berbagai pihak yang merasa dipersulit atau diminta sejumlah biaya untuk mendapatkan titik tertentu. Semua informasi itu harus ditelusuri secara serius agar tidak menjadi rumor yang terus berkembang tanpa kejelasan hukum," katanya.
GARDASATU Jatim juga meminta aparat penegak hukum untuk mendalami kemungkinan adanya jaringan yang bekerja secara terstruktur, mulai dari tingkat pengambil keputusan hingga pelaksana di lapangan.
"Jika memang ada jaringan yang selama ini bermain di bawah, maka seluruh pihak yang terlibat harus diperiksa. Jangan sampai hanya pelaku di atas yang diproses sementara jaringan di lapangan tetap bebas menjalankan praktik yang sama," lanjutnya.
Menurut Badrul, program MBG merupakan program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia, sehingga harus dijaga dari segala bentuk penyimpangan, praktik rente, maupun kepentingan kelompok tertentu.
"Kami ingin program MBG berjalan sesuai tujuan Presiden dan pemerintah, yaitu untuk kepentingan masyarakat, bukan menjadi ladang keuntungan bagi oknum-oknum tertentu. Karena itu, siapa pun yang terbukti menyalahgunakan program ini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum," tegasnya.
GARDASATU Jatim menyatakan siap bekerja sama dengan aparat penegak hukum dalam rangka mendukung pemberantasan korupsi dan penyimpangan dalam pelaksanaan program-program negara.
"Kami siap memberikan data dan informasi yang kami miliki kepada lembaga yang berwenang. Harapan kami sederhana, yakni agar pengusutan dilakukan secara transparan, profesional, dan menyentuh seluruh pihak yang bertanggung jawab. Jika ingin membersihkan sistem, maka pembersihan harus dilakukan sampai ke akar-akarnya," pungkas Badrul Aini.
(Eko/GW/Red)

